Tautan-tautan Akses

Burma dan Etnis Minoritas akan Bahas Gencatan Senjata


Tentara separatis Kachin (KIA) melakukan patroli di Laiza, dekat perbatasan Burma dengan China (foto: dok).

Tentara separatis Kachin (KIA) melakukan patroli di Laiza, dekat perbatasan Burma dengan China (foto: dok).

Kelompok-kelompok etnis di Burma menuntaskan konferensi besar di Laiza, kota di Burma utara, dengan janji akan bersatu guna membicarakan gencatan senjata dengan pemerintah.

Konferensi tiga hari itu, dihadiri perwakilan dari 17 kelompok etnis, diadakan di markas besar Organisasi Kemerdekaan Kachin (KIO), cabang politik kelompok utama pemberontak etnis Kachin.

Delegasi berbagai kelompok etnis akan menghadiri pembicaraan gencatan senjata dengan pemerintah pekan depan. Pemerintah nasional, yang tidak diundang ke dalam pertemuan kelompok-kelompok etnis, berharap akan menandatangani gencatan senjata nasional yang komprehensif dalam bulan Desember.

Khun Okkar, Sekretaris kelompok payung United Nationalities Federation Council, memberitahu VOA resolusi konferensi itu menyerukan kemungkinan kesepakatan baru dengan pemerintah untuk menggantikan perjanjian antara kelompok individu dan pemerintah nasional.

Berbagai kelompok etnis minoritas Burma selama puluhan tahun ini berjuang melawan pemerintah nasional dan sebagian besar mencapai gencatan senjata tidak resmi dengan militer dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok etnis Wa, salah satu etnis minoritas Burma yang paling berpengaruh, tidak mendapat undangan untuk menghadiri pertemuan kelompok-kelompok etnis tersebut.

Dalam pertemuan di Laiza itu, delegasi juga membahas strategi mendorong perubahan konstitusi nasional yang akan memberi otonomi lebih besar kepada masing-masing negarabagian. Tetapi tidak ada kemajuan yang dilaporkan tentang masalah ini.
XS
SM
MD
LG