Tautan-tautan Akses

AS

Bunga Sakura Tanda Musim Semi, Harapan di Washington


Bunga sakura atau cherry blossom bermekaran di Washington.

Bunga sakura atau cherry blossom bermekaran di Washington.

Pohon-pohon sakura tersebut, yang merupakan hadiah dari Jepang lebih dari seabad yang lalu, telah menginspirasi festival budaya yang menarik satu juta pengunjung setiap tahun.

Pohon-pohon sakura atau cherry blossom yang terkenal di Washington, hadiah dari Jepang lebih dari seabad yang lampau, terus menandakan datangnya musim semi dengan warna-warna yang indah.

Bunga-bunga sakura juga menginspirasi sebuah festival yang menarik lebih dari satu juga pengunjung ke District of Columbia setiap tahun. Festival tahun ini akan mengakhiri 24 hari penyelenggaraannya Minggu (12/4) dan bunga-bunga mencapai puncak kemekaran akhir pekan ini.

Ann McClellan, penulis "Cherry Blossoms: The Official Book of the National Cherry Blossom Festival," mengatakan bunga itu adalah inspirasi.

"Setiap orang dari manapun dapat mengalami betapa indahnya bunga itu dan tahu bahwa harapan datang bersamanya betapa pun buruknya musim dingin sebelumnya," ujarnya.

Bunga sakura itu juga melambangkan persahabatan antara AS dan Jepang. Pada 1912, Tokyo menyumbangkan 3.000 pohon sakura untuk Washington, yang menanamnya sekitar reservoar Tidal Basin.

"Pohon-pohon itu diberikan dengan niat untuk berterima kasih pada AS atas perannya dalam melangsungkan traktat perdamaian Portsmouth, yang mengakhiri Perang Rusia-Jepang," ujar McClellan.

Namun pada Perang Dunia II, setelah Jepang menyerang markas angkatan laut AS di Pearl Harbor, beberapa pohon sakura ditebang. McClellan mengatakan warga lokal membentuk kelompok-kelompok untuk melindungi pohon-pohon yang tersisa.

Tradisi Festival Sakura Nasional dimulai pada 1935. Bob Vogel, direktur regional untuk Dinas Pertamanan Nasional, mengatakan bahwa selama bertahun-tahun, acara itu berubah menjadi perayaan budaya, seni, musik dan persahabatan antara dua negara.

XS
SM
MD
LG