Tautan-tautan Akses

AS

Buku Elektronik Banyak Dicari Perpustakaan AS

  • Ted Landphair

Buku dalam format elektronik tersedia di perpustakaan-perpustakaan seluruh Amerika. (Photo: AP)

Buku dalam format elektronik tersedia di perpustakaan-perpustakaan seluruh Amerika. (Photo: AP)

Buku terlaris, buku anak-anak dan buku referensi, semuanya ada dalam format elektronik di perpustakaan-perpustakaan di seluruh Amerika.

Selesaikan kalimat berikut: “Anda pergi ke perpustakaan untuk mencari…”. Jawaban yang jelas pastinya adalah “buku”. Namun pertanyaan yang lebih sulit barangkali adalah, “Apa yang dimaksud dengan buku?”.

Buku elektronik atau “e-books,” telah menjadi barang populer dalam masyarakat Amerika Serikat.

Toko buku daring Amazon, misalnya, baru-baru ini mengumumkan bahwa dalam waktu kurang dari empat tahun setelah memasukkannya ke dalam katalog, sekarang buku versi elektronik terjual lebih banyak daripada buku dalam bentuk cetak.

Pada bulan April, Encyclopedia Britannica, salah satu produsen ensiklopedia tertua dan terbesar di dunia, dan merupakan buku wajib di perpustakaan manapun, mengumumkan bahwa ia tidak lagi menerbitkan versi cetak ensiklopedia tersebut.

Bulan lalu, Pew Internet & American Life Project menerbitkan survei mengenai penggunaan e-books oleh perpustakaan. Survei tersebut menemukan bahwa 12 persen orang Amerika berusia 16 tahun ke atas yang membaca buku elektronik mengaku telah meminjam paling tidak satu buku dari perpustakaan dalam satu tahun terakhir.

Namun survei tersebut juga menemukan bahwa masyarakat lebih luas, termasuk 58 persen dari mereka yang memiliki kartu perpustakaan dan 53 persen yang memiliki alat pembaca buku elektronik, tidak tahu bahwa mereka dapat menemukan dan mencari buku elektronik di perpustakaan umum, meski tiga perempat perpustakaan di AS menawarkan layanan tersebut.

Direktur Pew Internet Project Lee Rainie mencatat bahwa peminjaman e-book semakin populer seiring kekhawatiran para penerbit, yang sekarang menjual lebih banyak versi elektronik dibandingkan versi cetak, bahwa peminjaman buku elektronik di perpustakaan akan mengurangi penjualan buku.

Pada bulan Februari, misalnya, penerbit besar Penguin Books berhenti menyuplai buku-buku elektronik baru dan buku audio ke perpustakaan.

Penguin baru saja mencapai persetujuan untuk kembali menyuplai sistem perpustakaan yang besar di New York City, namun hal itu dilakukan enam bulan setelah judul-judul baru terbit. Dengan cara seperti itu, mereka yang ingin membaca buku-buku terbaru harus membelinya.

Jadi ada tantangan dalam penyediaan buku elektronik di perpustakaan. Makin banyak perpustakaan yang meminta persediaan buku elektronik, namun para penerbit mempersulit penawaran tersebut. Permintaan bukanlah masalah. Suplai, barangkali, akan menjadi persoalan.
XS
SM
MD
LG