Tautan-tautan Akses

BRICS Ingin Dirikan Bank Pembangunan Baru


Dari kiri: Presiden Brazil Dilma Rousseff, Presiden Rusia Dmitry Medvedev, PM India Manmohan Singh, Presiden Tiongkok Hu Jintao dan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma di Pertemuan BRICS 2012, New Delhi, India (29/3)

Dari kiri: Presiden Brazil Dilma Rousseff, Presiden Rusia Dmitry Medvedev, PM India Manmohan Singh, Presiden Tiongkok Hu Jintao dan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma di Pertemuan BRICS 2012, New Delhi, India (29/3)

Para pemimpin negara BRICS (Brazil, Rusia, India, Tiongkok dan Afrika Selatan) telah memulai pertemuan puncak di ibukota India, New Delhi.

Para pemimpin BRICS diperkirakan akan membahas sebagian mengenai penciptaan bank pembangunan baru, peningkatan kerjasama keuangan sekaligus membahas topik seputar keamanan dunia.

Negara-negara BRICS mewakili 40 persen penduduk dunia. Bank Pembangunan mereka akan menyediakan kredit dan kesempatan investasi bagi negara-negara anggota tanpa harus bergantung pada lembaga-lembaga Barat.

Tetapi, protes menentang kekuasaan Tiongkok di Tibet menciptakan gangguan atas pertemuan puncak tahunan ke-4 kelompok tersebut.

Warga Tibet yang tinggal di India bersama pemimpin kerohanian mereka di pengasingan, Dalai lama, turun ke jalan-jalan New Delhi pekan ini untuk mengungkapkan tentangan mereka terhadap kekuasaan Tiongkok. Masalah tersebut adalah hal yang selalu dihindarkan oleh India dan Tiongkok dalam semua pembicaraan terbuka, dan para analis mengatakan kedua negara tetap tidak mungkin untuk membahasnya dalam pertemuan mereka di New Delhi.
XS
SM
MD
LG