Tautan-tautan Akses

Dilma Roussef: Brazil Produk Sukses Demokrasi


Presiden Brazil Dilma Roussef memberikan pidato pertama Sidang Umum PBB, Rabu (24/9).

Presiden Brazil Dilma Roussef memberikan pidato pertama Sidang Umum PBB, Rabu (24/9).

Dalam pidatonya pada Sidang Umum PBB Rabu (24/9), Presiden Brazil Dilma Roussef mengatakan demokrasi yang kuat di negaranya telah membawa kesuksesan.

Presiden Brazil Dilma Roussef mengatakan demokrasi yang kuat di negaranya telah membawa kesuksesan dalam pendidikan, layanan kesehatan, perluasan ekonomi dan keadilan sosial pada masa di mana sebagian besar wilayah dunia bergelut dengan dampak dahsyat krisis finansial global.

Dalam sesi pembuka Sidang Majelis Umum PBB di New York hari Rabu, Roussef mengatakan keteguhan Brazil mempertahankan prinsip-prinsip demokrasi telah membuat negara itu tidak lagi tercantum dalam peta kelaparan dunia, menciptakan 21 juta lowongan kerja dan meningkatkan standar kehidupan di sana.

Katanya, Brazil telah menurunkan tingkat kematian anak sebelum tenggat yang ditetapkan dalam Tujuan Pembangunan Milenium PBB.

Presiden perempuan pertama Brazil itu juga mengatakan negaranya tidak berminat untuk berperan dalam konflik-konflik internasional. Kata Roussef, ”dengan tidak mengecilkan isu Palestina; pembantaian sistematis rakyat Suriah; penghancuran nasional yang tragis di Irak; ketidakamanan yang serius di Libya; konflik di Sahel; dan bentrokan di Ukraina, intervensi dari luar akan berujung “bukan pada perdamaian tetapi semakin parahnya konflik-konflik itu.”

Dalam pidatonya, Presiden Roussef juga menyinggung penggundulan hutan dan mengatakan “dalam satu dekade ini Brazil telah memangkas deforestasi sebesar 79 persen tanpa mengorbankan pembangunan ekonomi dan keterlibatan masyarakat.”

XS
SM
MD
LG