Tautan-tautan Akses

BPS: Indonesia Perlu Perbaiki Data Statistik Ekonomi

  • Iris Gera

Dari kiri ke kanan, Kepala Statistik Perdagangan Internasional Bidang Jasa Asia Pasifik Karoly Kovacs, Ketua BPS Suryamin dan Direktur Integrasi Pasar ASEAN Subash Bose Pillai. (VOA/Iris Gera)

Dari kiri ke kanan, Kepala Statistik Perdagangan Internasional Bidang Jasa Asia Pasifik Karoly Kovacs, Ketua BPS Suryamin dan Direktur Integrasi Pasar ASEAN Subash Bose Pillai. (VOA/Iris Gera)

Data statistik yang terintegrasi diperlukan agar kerja sama perdagangan Indonesia dengan berbagai negara berjalan lebih baik.

Sejak berlakunya liberalisasi perdagangan, kegiatan ekspor dan impor berkembang pesat sebagai komponen pendongkrak pertumbuhan ekonomi hampir di seluruh negara termasuk Indonesia.

Sampai saat ini menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ekspor dan impor menjadi kontributor terbesar dalam kegiatan bisnis, penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi.

Kepada pers di Jakarta, Senin (7/10), usai membuka seminar bertema kerjasama global memperkuat hamonisasi statistik regional, Kepala BPS Suryamin mengatakan, Indonesia perlu bekerja sama dengan negara-negara lain agar data statistik yang dihasilkan terintegrasi.

Langkah tersebut, menurutnya, diperlukan agar kerja sama perdagangan Indonesia dengan berbagai negara berjalan lebih baik dibanding sebelumnya.

“iIni untuk meningkatkan kualitas data statistik, baik aktivitas ekonominya, nilainya, kemudian juga nanti kita akan mendapatkan informasi dari negara-negara yang sudah berpengalaman untuk melakukan survei yang lebih khusus,” ujarnya.

“Makin lama makin berkembang, makin kompleks, makin bermunculan kegiatan-kegiatan jasa yang suatu saat harus dipantau terus. Salah satu contoh paling sederhana ada yang membuat film animasi, ini kan jasa dibikin oleh satu-dua orang tapi nilainya bisa tinggi. Nah, ini juga harus didiskusikan bagaimana di negara lain.”

Menurut Suryamin, dibutuhkannya kerja sama memperkuat harmonisasi statistik regional adalah juga untuk meningkatkan kepercayaan antar negara dalam menjalankan kegiatan ekonomi, terutama kegiatan ekspor dan impor. Kerja sama tersebut dapat menghasilkan data statisik yang akurat, modern dan transparan, ujarnya.

“Apalagi ekspor-impor akan menyangkut kegiatan negara lain karena ekspor kita dagang ke negara lain, maka negara lain menerima, itu harus ada kesepakatan dalam metodologi. Kemudian konsep-konsepnya itu harus standar, BPS dalam mengumpulkan data statistik tidak sendiri, secara internasional juga harus mengikuti konsep-konsep internasional sehingga kita kalau membandingkan dengan negara lain bisa sama,” ujarnya.

Dalam kesempatan sama, Kepala Statistik Perdagangan Internasional Bidang Jasa Asia Pasifik, Karoly Kovacs mengatakan, integrasi data statistik antar negara dapat menghasilkan kerja sama perdagangan lebih baik dibanding jika negara berjalan masing-masing.

Ia menilai meski implementasinya agak rumit, kerja sama memperkuat harmonisasi statistik regional dapat berjalan baik jika seluruh negara saling membantu.

“Penghitungan jasa ekspor-impor relatif lebih sulit karena harus bekerja sama dengan banyak instansi. Hingga saat ini sekitar 60 negara sudah bekerja sama menerapkan integrasi data statisik sebagai upaya meningkatkan kerjasama perdagangan dengan negara-negara lain,” ujar Kovacs.

Menurut Direktur Integrasi Pasar ASEAN, Subash Bose Pillai, kerja sama memperkuat harmonisasi statistik regional diperlukan sebagai tolok ukur terhadap perkembangan ekonomi global. Ia mengingatkan situasi ekonomi global saat ini bergerak cepat sehingga butuh data statistik yang terintegrasi agar setiap negara dapat saling memberi informasi.

“Perekonomian global saat ini sedang rentan, penuh ketidakpastian, berfluktuasi dengan cepat dan masih sangat bergantung pada perekonomian negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Kawasan Eropa,” ujarnya.

Kondisi semacam itu, menurutnya, perlu dicatat dalam data statistik setiap negara, namun terintegrasi dengan negara lain.

Menurut BPS, memperkuat harmonisasi statistik regional adalah pilar konstruktif bagi upaya Asia Pasifik mencapai statistik ekonomi yang terintegrasi dan selaras dengan sistem di tingkat internasional untuk sama-sama berupaya mencapai pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan lebih baik dari sebelumnya.
XS
SM
MD
LG