Tautan-tautan Akses

Bom Bunuh Diri Serang Kantor Surat Kabar Terkenal Nigeria

  • Heather Murdock

Warga berkumpul di depan kantor harian 'This Day', Abuja, Nigeria (26/4). Pembom bunuh diri meledakkan sebuah mobil penuh berisi bahan peledak di kantor harian yang paling gberpengaruh di ibukota Nigeria ini.

Warga berkumpul di depan kantor harian 'This Day', Abuja, Nigeria (26/4). Pembom bunuh diri meledakkan sebuah mobil penuh berisi bahan peledak di kantor harian yang paling gberpengaruh di ibukota Nigeria ini.

Serangan bom menargetkan kantor suratkabar terkemuka Nigeria di Abuja dan Kaduna hari Kamis, menewaskan tujuh orang dan banyak lainnya cedera.

Ledakan Kamis malam di Kaduna menyerang komplek perumahan, mencederai beberapa orang dan merusak rumah-rumah. Reporter VOA Heather Murdock melaporkan dari Abuja.

Setelah ledakan, warga bergegas berkumpul di sekitar kantor harian 'This Day' yang rusak di Abuja. Ledakan tersebut dengan cepat memicu kemarahan warga kepada tentara dan polisi dan meneriakkan 'Nigeria tidak aman'.

Termasuk yang tewas di Abuja adalah pelaku bom yang mengendarai mobil jip dan menewaskan sedikitnya dua penjaga keamanan. Petugas keamanan mengatakan bom kemungkinan diledakkan sebelum mobil jip menabrak gerbang pintu. Jendela-jendela di sekitar bangunan juga hancur.

"Pelaku bom bunuh diri mengendarai jip dan petugas keamanan membukakan gerbang. Kita tidak bisa menanyai mereka karena sudah tewas. Kita tidak bisa mencari tahu mengapa mereka membukakan pintu gerbang bagi pelaku bom," ungkap Olusegun Adeniya, ketua dewan redaksi harian tersebut.

Adeniya mengatakan ledakan itu tidak mengenai departeman berita dan redaksi di bagian belakang gedung.

Sementara itu, di Kaduna, seorang saksi mata memberitahu VOA bom meledak di luar kompleks bangunan suratkabar This Day, yang juga adalah kantor bagi dua surat kabar lainnya: The Moment dan The Sun.

Presiden Persatuan Jurnalis Nasional, Mohammad Gaber, tidak berkomentar ketika ditanya apakah militan Islam sekte Boko Haram berada di balik serangan itu, tetapi mengatakan sudah jelas bahwa media di Nigeria sedang diserang. "Hal ini semakin memperkuat kecemasan kita bahwa wartawan tidak aman, kantor media tidak aman sehingga badan-badan keamanan harus lebih proaktif," kata Gaber.

Beberapa penduduk lokal mengatakan mereka menduga serangan itu dilakukan oleh sekte radikal Islam Boko Haram, yang dituduh menewaskan ratusan orang tahun ini.
Kelompok tersebut mengaku bertanggung jawab atas dua ledakan bom mobil bunuh diri di Abuja tahun lalu: satu di markas polisi dan lainnya di markas PBB.

Di Kaduna, sebuah bom mobil meledak di sebuah jalan sibuk pada hari Minggu Paskah awal bulan ini, sedikitnya 40 orang tewas. Belum ada yang mengaku bertanggungjawab atas serangan itu.

Tetapi di tengah kerumunan orang di sekitar lokasi ledakan bom, sejumlah orang mengatakan serangan itu merupakan langkah politik untuk mengalihkan perhatian publik dari tuntutan terbaru mengenai korupsi tingkat tinggi. Presiden Nigeria Goodluck Jonathan menyebut serangan itu "menyesatkan, mengerikan dan kejam."
XS
SM
MD
LG