Tautan-tautan Akses

Ledakan Mobil di Kabul Tewaskan 12, Lukai Puluhan


Para anggota pasukan Afghanistan berjaga-jaga di lokasi ledakan bom mobil di Kabul, Afghanistan (22/8). (Reuters/Ahmad Masood)

Para anggota pasukan Afghanistan berjaga-jaga di lokasi ledakan bom mobil di Kabul, Afghanistan (22/8). (Reuters/Ahmad Masood)

Berbagai laporan dari lokasi kejadian menyebutkan pelaku menarget iring-iringan pasukan asing yang melalui Kabul sewaktu konvoi itu lewat di dekat rumah sakit swasta Shinozada.

Serangan bom mobil di luar sebuah rumah sakit di Kabul, Sabtu (22/8), telah menewaskan 12 orang, termasuk tiga pegawai kontrak yang bekerja bagi unit-unit NATO di Afghanistan.

Sejumlah orang luka-luka akibat ledakan itu, yang bergema di sebuah daerah permukiman di ibukota dan merusak atau menghancurkan lebih dari selusin kendaraan.

NATO menyatakan tiga kontraktor sipilnya tewas, satu di antaranya tewas seketika dan dua lainnya meninggal di rumah sakit. Tetapi tidak disebutkan kewarganegaraan ketiga korban itu.

Berbagai laporan dari lokasi kejadian menyebutkan pelaku menarget iring-iringan pasukan asing yang melalui Kabul sewaktu konvoi itu lewat di dekat rumah sakit swasta Shinozada. Kedutaan besar Amerika yang dijaga ketat, beberapa kilometer dari lokasi itu, membunyikan sirene darurat dan mengeluarkan alarm peringatan untuk berlindung beberapa waktu kemudian.

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini, yang terbaru dari serangkaian serangan bulan ini yang menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai ratusan lainnya di Kabul.

Taliban menyatakan melakukan sebagian besar serangan itu. Aktivitas Taliban meningkat hampir sepanjang tahun ini, setelah pasukan Amerika dan NATO mengakhiri peran tempur mereka di negara itu akhir tahun lalu. Tetapi operasi-operasi militan meningkat terutama dalam beberapa pekan belakangan, sewaktu musim semi berganti menjadi musim panas di sana.

Meskipun sebagian besar tentara Amerika dan NATO telah meninggalkan Afghanistan, sekitar 13 ribu tentara lainnya masih berada di negara itu, melakukan pelatihan dan operasi kontraterorisme.

XS
SM
MD
LG