Tautan-tautan Akses

Serangan Bom Kuat Tewaskan 80 di Ibukota Afghanistan


Petugas medis mengangkut korban luka-luka dalam ledakan bom kuat di Kabul hari Sabtu (23/7).

Petugas medis mengangkut korban luka-luka dalam ledakan bom kuat di Kabul hari Sabtu (23/7).

Pejabat Afghanistan mengatakan bahwa paling sedikit 80 orang tewas dan lebih dari 200 lainnya luka-luka dalam ledakan bom kuat di Kabul hari Sabtu (23/7). ISIS mengklaim serangan bom bunuh diri ini.

Sebuah bom yang kuat meledak dalam rapat umum protes massa hari Sabtu (23/7) di ibukota Afghanistan, Kabul, dan juru bicara kementerian kesehatan negara itu mengatakan paling sedikit 80 orang tewas.

Juru bicara Mohammad Ismail Kawasi mengatakan kepada VOA bahwa ratusan lainnya luka-luka dalam ledakan tersebut.

Ledakan itu terjadi ketika ribuan orang suku Hazara berpawai melalui jalan-jalan untuk menuntut agar kabel litrik yang direncanakan agar dialihkan supaya melalui provinsi Bamiyan mereka yang miskin di bagian tengah Afghanistan.

Ledakan terjadi ketika sedang berlangsung protes massa oleh warga etnis Hazara di Kabul, Sabtu (23/7).

Ledakan terjadi ketika sedang berlangsung protes massa oleh warga etnis Hazara di Kabul, Sabtu (23/7).

Situs internet yang berhubungan dengan kelompok terror ISIS telah mengaku bertanggung-jawab atas kekerasan itu, dengan mengatakan dua pembom bunuh diri melaksanakan serangan itu, Tetapi, para pejabat Afghanistan mengatakan mereka masih menyelidikiinya dan belum menentukannya.

Seorang juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan kelompoknya tidak mempunyai sangkut-paut dengan serangan tersebut.

Para saksi dan wartawan melaporkan melihat jenazah korban di tempat ledakan, yang tampaknya dilaksanakan oleh seorang pembom bunuh diri.

Para pejabat Afghanistan mengatakan jumlah yang tewas kemungkinan akan meningkat.

Pihak berwenang telah menutup jalan utama sebelum rapat umum itu untuk mencegah pemrotes mencapai tengah kota atau istana presiden. Langkah tersebut sangat membatasi pergerakan, dan memaksa toko-toko dan perusahaan tutup. Ini juga menghambat kebolehan para petugas pertolongan mencapai korban serangan.

Presiden Ashraf Ghani mengutuk pemboman itu sebagai “ulah teroris dan orang-orang yang memanfaatkan kesempatan,” dengan mengatakan pemerintah telah memberlakukan langkah-langkah untuk memberi keamanan bagi pemrotes.

“Tetapi, teroris memasuki demonstrasi protes itu, dan melakukan ledakan yang mengakibatkan sejumlah warga mati sahid dan luka-luka termasuk anggota pasukan keamanan dan pertahanan,” katanya.

Para pejabat Afghanistan diperkirakan akan mengadakan jumpa pers untuk membicarakan pembantaian itu. Kementerian luar negeri Pakistan dan kedutaan Amerika di Kabul masihg-masing mengeluarkan pernyataan yang mengutuk serangan tersebut.

Amnesty International mengatakan pemboman demonstrasi protes yang damai itu menunjukkan “ketidak-perdulian sama sekali kelompok-kelompok bersenjata terhadap nyawa manusia.”

Bulan Mei lalu, masyarakat etnis Hazara mengadakan demonstrasi massa serupa yang menentang lintasan kabel saluran listrik jutaan dolar daerah itu yang melibatkan Turkmenistan, Uzbekistan, Tajikistan, Afghanistan dan Pakistan. Rencana semula kabel yang disebut saluran TUTAP itu adalah melalui Bamiyan, daerah mayoritas etnis Hazara. [gp]

XS
SM
MD
LG