Tautan-tautan Akses

Meriam Israel Serang Sekolah PBB di Gaza, 15 Tewas

  • Scott Bobb
  • Margaret Besheer

Anak-anak Palestina yang terluka akibat serangan meriam Israel mendapat perawatan sementara (24/7).

Anak-anak Palestina yang terluka akibat serangan meriam Israel mendapat perawatan sementara (24/7).

Para pejabat kesehatan mengatakan tembakan meriam Israel menghantam sekolah PBB di Gaza, menewaskan sedikitnya 15 orang dan mencederai puluhan lainnya, Kamis (24/7).

Keprihatinan internasional semakin memuncak setelah serangkaian ledakan menghantam sekolah milik PBB di Jalur Gaza bagian utara, menewaskan setidaknya 15 orang, termasuk staf PBB, warga sipil dan anak, sertai melukai puluhan orang lainnya.

Militer Israel mengatakan pasukannya di daerah itu bertempur melawan kelompok bersenjata Hamas, dan menuduh para militan menggunakan orang-orang yang berada di sekolah sebagai "perisai manusia," tapi tidak mengatakan apakah pasukan Israel melakukan penembakan yang berakibat fatal itu. Petugas-petugas PBB mengatakan Israel telah diberitahu tentang "koordinat yang pasti " tentang lokasi sekolah Beit Hanoun untuk melindungi warga sipil dari pertumpahan darah.

PBB mengatakan, kejadian tepatnya belum sepenuhnya jelas, tetapi menyatakan kemarahan atas insiden hari Kamis itu.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan "terkejut" atas serangan terhadap sekolah, yang menjadi tempat perlindungan ratusan warga Palestina yang mengungsi dari serangan militer Israel di Gaza.

Juru bicara badan PBB yang mengkoordinasikan upaya bantuan dan pembangunan untuk pengungsi Palestina (UNRWA), Chris Gunness, mengkonfirmasi dalam pesan Twitter bahwa pemerintah Israel telah diberitahu sebelumnya tentang lokasi sekolah tersebut.

Pernyataan Pasukan Bela Diri Israel mengatakan, "Para teroris Hamas di wilayah Beit Hanoun" telah "menggunakan bangunan sipil dan badan-badan internasional sebagai perisai manusia."

Dalam konflik yang meluas, dan telah berlangsung selama 16 hari, militer Israel terus melakukan serangan udara dan serangan tank di Jalur Gaza, sementara Hamas meluncurkan roket-roket ke Israel. Walaupun ada upaya diplomatik intensif untuk mencapai gencatan senjata, tampaknya kesepakatan tidak akan dicapai dalam waktu dekat.

Sekjen PBB mengutuk aksi kekerasan tersebut, di mana perempuan dan anak-anak merupakan sebagian dari korban yang tewas dan luka-luka. Ledakan juga menewaskan beberapa orang staf PBB.

Ban Ki-moon sedang berada di kota Irbil, di Irak bagian utara hari Kamis sebagai bagian dari upaya diplomasinya di wilayah tersebut. Ia berupaya mencapai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Laporan masih simpang-siur

Di New York, asisten juru bicara Ban Ki-moon, Farhan Haq, mengatakan belum semua fakta diketahui setelah terjadinya serangan. "Pada tahap ini, kami tidak tahu, dan saya tidak dapat memastikan, siapa yang menyerang kompleks tersebut." Laporan petugas kesehatan dari Jalur Gaza kemudian mengatakan bahwa serangan meriam Israel telah menyasar gedung sekolah PBB di Beit Hanoun, Jalur Gaza tersebut.

Sekolah PBB tersebut selama konflik Israel-Hamas telah berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi ratusan warga Palestina yang melarikan diri dari serangan ofensif Israel terhadap Gaza.

Seorang juru bicara bagi lembaga bantuan PBB mengatakan organisasinya sebelumnya telah berupaya untuk mengevakuasi warga sipil dari sekolah tersebut dengan bantuan dari militer Israel, dan mengutip laporan bahwa roket Hamas jatuh di wilayah tersebut pada waktu yang sama.

Polisi Gaza mengatakan sekolah tersebut dihantam oleh Israel. Sementara militer Israel mengatakan pasukannya sedang berada di wilayah itu, dan bahwa pihaknya sedang menyelidiki insiden penyerangan terhadap sekolah tersebut.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG