Tautan-tautan Akses

Bom Bunuh Diri di Rumah Sakit Pakistan Tewaskan 60 Lebih


Para jurnalis Pakistan mengutuk serangan terhadap jurnalis di Quetta, hari Senin (8/8.

Para jurnalis Pakistan mengutuk serangan terhadap jurnalis di Quetta, hari Senin (8/8.

Sebuah serangan bunuh diri di kompleks rumah sakit di kota Quetta, Pakistan barat daya, Senin (8/8) menewaskan lebih dari 60 orang dan melukai sedikitnya 160 orang lainnya, kata para saksi dan polisi.

Para pejabat rumah sakit mengatakan lebih dari 20 orang yang luka-luka berada dalam "kondisi kritis," dan dikhawatirkan jumlah korban tewas bisa meningkat. Sebagian besar korban adalah pengacara.

Ledakan itu terjadi tidak lama setelah puluhan pengacara berkumpul di Rumah Sakit Sipil Quetta, memprotes dan berkabung atas pembunuhan Kepala Persatuan Pengacara provinsi pada pagi hari oleh kelompok bersenjata tak dikenal.

Sejumlah wartawan dan juru kamera televisi yang meliput protes pengacara itu juga termasuk di antara korban tewas dan sebagian lainnya mengalami luka- luka.

Sebuah faksi sempalan dari ekstremis Taliban Pakistan, Jamaat-ul-Ahrar (JuA) mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan ketua asosiasi presiden dan pemboman mematikan itu.

Seorang juru bicara kelompok itu mengatakan bahwa seorang penyerang bunuh diri ditempatkan di rumah sakit menunggu pengacara dan pejabat pemerintah yang akan berkumpul dalam jumlah besar. Tidak ada konfirmasi independen atas klaim dari kelompok itu. JuA mengaku bertanggung jawab atas serangan Paskah di kota Pakistan terbesar kedua di Lahore pada bulan Maret di mana lebih dari 70 orang tewas.

Amerika Serikat pekan lalu menunjuk JuA sebagai organisasi teroris global.

Berbicara kepada VOA, juru bicara pemerintah provinsi, Anwar ul-Haq Kakar memberikan rincian serangan hari Senin di Quetta.

"Pagi ini, salah satu pengacara kami yang sangat terhormat, Bilal Anwar Kasi, menjadi sasaran dan ia menjadi martir. Begitu Jenazahnya ditemukan oleh Komunitas pengacara terjadi ledakan besar. Akibatnya kami menderita cedera dan banyak yang tewas." [sp]

XS
SM
MD
LG