Tautan-tautan Akses

Bom Bunuh Diri di Yaman Tewaskan 96 Tentara


Petugas forensik mengumpulkan barang bukti di lokasi ledakan bom bunuh diri di ibukota Sana'a, yang menewaskan 96 tentara Yaman, Senin (21/5).

Petugas forensik mengumpulkan barang bukti di lokasi ledakan bom bunuh diri di ibukota Sana'a, yang menewaskan 96 tentara Yaman, Senin (21/5).

Seorang pembom bunuh diri menyerang pasukan Yaman yang sedang berlatih pawai di ibukota Sana'a, menewaskan 96 tentara dan melukai 200 lainnya.

Para pejabat Yaman mengatakan, seorang pengebom bunuh diri menyerang sekelompok tentara yang sedang berlatih pawai di ibukota Sana'a, menewaskan sedikitnya 96 tentara dan melukai lebih dari 200 lainnya.

Para pejabat mengatakan pembom itu berpakaian seragam militer dan meledakkan bom ketika ratusan tentara berkumpul di sekitarnya. Menteri pertahanan Yaman berada di tempat latihan itu namun tidak mengalami cedera.

Para tentara itu sedang menyiapkan pawai hari Selasa untuk memperingati bersatunya Yaman Utara dan Yaman Selatan. Presiden Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi dijadwalkan menghadiri parade itu.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas serangan itu. Serangan itu bertepatan dengan serangan pemerintah Yaman yang didukung Amerika terhadap militan al-Qaida yang menguasai beberapa bagian di Selatan negara itu tahun lalu sewaktu terjadi pergolakan rakyat menentang presiden ketika itu Ali Abdullah Saleh.

Hadi, yang menggantikan Saleh Februari lalu, telah bersumpah akan memerangi afiliasi regional jaringan teroris al-Qaida di Semenanjung Arab yang eksistensinya kian berkembang.

Analis Economist Intelligence Unit Middle East Robert Powell mengatakan kepada VOA bahwa al-Qaeda sudah lama berusaha mengorganisasi diri di Sana'a dan aktivitasnya seringkali terganggu. Dia mengatakan korban simbolisme dan substansial akibat serangan terhadap latihan parade militer itu menunjukkan bahwa al-Qaeda memiliki jangkauan yang lebih besar di Yaman dari yang sebelumnya diketahui.
XS
SM
MD
LG