Tautan-tautan Akses

BMKG: Curah Hujan Tinggi Sampai Akhir Januari

  • Iris Gera

Masyarakat mengungsi dari banjir dengan menggunakan gerobak (13/1). (VOA/Iris Gera)

Masyarakat mengungsi dari banjir dengan menggunakan gerobak (13/1). (VOA/Iris Gera)

Banjir melanda Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan waspada terhadap cuaca ekstrem hingga akhir Januari.

Sejak Senin dini hari (13/1), beberapa wilayah di Jakarta dan sekitarnya tergenang banjir akibat hujan deras yang terjadi sejak Sabtu.

Ditambah lagi dengan air yang berasal dari Pintu Air Katulampa, Bogor, sehingga beberapa lokasi lumpuh akibat ketinggian air mencapai dua hingga tiga meter.

Lokasi banjir yang termasuk parah adalah di wilayah Kampung Melayu, Jakarta Timur, dengan ketinggian air sekitar 2,5 meter, sehingga selain warga harus mengungsi.

Banjir di beberapa lokasi menyebabkan ruas jalan tidak dapat ditembus sehingga lalu lintas dan aktivitas masyarakat lumpuh.

Riani, seorang warga yang rumahnya sudah terendam sejak Minggu malam mengatakan, air naik sangat cepat sehingga ia bersama suami dan kedua anaknya mengungsi.

“Jam satu malam di rumah sudah sedada airnya. Saya keluar bersama anak-anak daripada kejebak di dalam rumah. Belum ada tim SAR, belum ada perahu karet. Kita itu RT (rukun tetangga) udah nyiapin pelampung. Tapi ditempat saya sih masih banyak yang bertahan di dalam rumah, ada yang masih punya bayi baru dua minggu, ada yang punya bayi tujuh bulan ada disana, mereka lebih mau bertahan di rumah daripada keluar gitu,” ujarnya, Senin.

Sementara menurut Darmanto, kepala pos bantuan pengungsi korban banjir wilayah Kampung Melayu Jakarta Timur, timnya sudah menyediakan pos pengungsi sejak Minggu malam.

Hingga Senin, sekitar 300 orang berada di pengungsian, yang diprediksi akan menampung sekitar 1.500 orang seperti yang sudah terjadi sebelumnya. Ia berharap bantuan segera datang dari pemerintah masyarakat terutama untuk kebutuhan anak-anak.

“Kita lagi bikin dapur, rencana di belakang. Terutama (dibutuhkan) sembako, sama bagi bayi mungkin perlu selimut karena kita kan hanya beralaskan karpet. (Kemudian) pakaian-pakaian layak pakailah gitu,” ujarnya.

Untuk mengatasi berbagai hal di lokasi-lokasi terjadi banjir, dilakukan koordinasi yang merupakan gabungan dari beberapa pihak, diantaranya Pemprov DKI Jakarta, Kepolisian, Badan SAR Nasional (BASARNAS), Kementerian Sosial dan Kementerian Perhubungan.

Menurut Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Kementerian Perhubungan, Arifin HM, masyarakat yang terkena banjir maupun pengguna jalan agar kooperatif dengan arahan para petugas di lapangan.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Sub Bidang Informasi dan Meteorologi Publik, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kukuh Ribudiyanto mengatakan BMKG mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan waspada terhadap cuaca ekstrem hingga akhir Januari.

“Yang jelas kita tetap waspada, kondisi puncaknya itu di akhir Januari rata-ratanya. Akan tetapi dalam kurun waktu itu kan ada dinamisnya, tentu kita tetap mencari informasi kondisi hariannya seperti apa,” ujarnya.

Akibat banjir di beberapa wilayah yang berdampak pada penutupan jalan dan pengalihan arus lalu lintas, terjadi kemacetan parah sejak pagi hari bahkan beberapa kendaraan diantaranya terjebak di dalam air.

Sementara dalam kunjungannya ke beberapa lokasi posko pengungsian, Senin dini hari, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo berharap masyarakat yang terkena banjir bersabar dan Pemprov DKI Jakarta berjanji akan terus bekerja keras mengatasi banjir.
XS
SM
MD
LG