Tautan-tautan Akses

Ilmuwan AS Kembangkan Biomaterial untuk Gantikan Sel Jantung yang Rusak

  • Jessica Berman

Tim peneliti Universitas California San Diego membuat matriks ekstraselular jantung dalam bentuk cairan yang begitu dimasukkan ke jaringan, mampu memperbaiki kembali susunan pendukung alami (foto: dok).

Tim peneliti Universitas California San Diego membuat matriks ekstraselular jantung dalam bentuk cairan yang begitu dimasukkan ke jaringan, mampu memperbaiki kembali susunan pendukung alami (foto: dok).

Tim ilmuwan pada Universitas of California, San Diego mengembangkan biomaterial baru – suntik hidrogel - yang mampu memperbaiki kerusakan akibat serangan jantung, dan membantu meningkatkan pertumbuhan baru jaringan jantung.

Jutaan orang di dunia terkena serangan jantung setiap tahun dan bertahan hidup. Serangan jantung terjadi bila pasokan darah ke otot-otot jantung mendadak berhenti, mengakibatkan penderita kehabisan oksigen dan meninggal. Orang yang pernah terkena serangan jantung lebih mungkin untuk terkena serangan jantung lagi, dan juga gagal jantung, bahkan kemungkinannya lebih besar untuk meninggal dalam lima tahun.

Masalahnya, menurut pakar, adalah tumbuhnya jaringan parut dalam otot jantung yang rusak. Awalnya jaringan parut membantu penyembuhan jantung, tetapi sebenarnya jaringan parut melemahkan susunan protein pendukung atau matriks yang bersifat membantu, yang biasanya terdapat di antara sel-sel otot jantung. Susunan ini bisa mendukung dan meningkatkan pertumbuhan sel-sel baru - kecuali bila dirusak jaringan parut pasca-serangan jantung.

Karen Christman, pakar biomedis yang mempelajari regenerasi jaringan, memaparkan. "Jadi, menurut kami, hal terbaik untuk diberikan ke jantung adalah apa yang memang sudah ada di sana sejak awal. Kami membuat matriks ekstraselular jantung dalam bentuk cairan yang begitu dimasukkan ke jaringan, mampu memperbaiki kembali susunan pendukung alami itu."

Christman dan timnya pada Universitas California San Diego membuat hidrogel dari sebagian jaringan jantung babi dengan terlebih dulu membersihkan semua sel-selnya dengan deterjen, membuka jaringan ikat berbentuk jaring yang tembus pandang dan berbulu. Matriks ini lalu dikeringkan dengan cara dibekukan kemudian digiling menjadi bubuk.

Selanjutnya, bubuk itu dicairkan dan disuntikkan langsung ke jantung babi percobaan yang pernah terkena serangan jantung.

Begitu mencapai suhu tubuh, Christman menjelaskan, cairan jantung itu menjadi gel semi-padat yang membentuk susunan baru di bagian jantung yang rusak. Gel itu mendorong pertumbuhan sel baru, menjadi jaringan yang lebih normal dan tidak mudah menimbulkan luka parut.

Christman mengatakan ia dan timnya berharap memulai uji coba pada manusia dengan teknik perbaikan jantung invasif minimal ini tahun ini di Eropa. Gel yang bisa disuntikkan itu kembali akan diproduksi dari jaringan jantung babi. Katup jantung babi sering digunakan untuk memperbaiki jantung manusia karena tidak menyebabkan masalah penolakan serius pada penerima cangkok.

Karen Christman dari Universitas California menyampaikan lebih lanjut mengenai hal ini dalam artikel mengenai hidrogel jantung yang diterbitkan jurnal Science Translational Medicine.
XS
SM
MD
LG