Tautan-tautan Akses

Didakwa Membunuh, Bintang Olimpiade Afsel Menangis di Pengadilan


Bintang olimpiade, Oscar Pistorius menangis di pengadilan Pretoria, Afsel (Jumat 15/2), saat mendengarkan tuntutan tim jaksa.

Bintang olimpiade, Oscar Pistorius menangis di pengadilan Pretoria, Afsel (Jumat 15/2), saat mendengarkan tuntutan tim jaksa.

Oscar Pistorius meneteskan air mata di pengadilan, Jumat, ketika tim jaksa mengupayakan tuduhan pembunuhan berencana terhadap pacarnya.

Pelari Olimpiade Afrika Selatan Oscar Pistorius meneteskan air mata di pengadilan, Jumat, ketika tim jaksa mengatakan mereka akan mengupayakan tuduhan pembunuhan berencana terhadapnya atas terbunuhnya pacarnya.

Sebuah pernyataan dari keluarga Pistorius dan manajer bintang pelari itu tegas-tegas membantah tuduhan itu. Pernyataan itu juga mengatakan atlit yang kedua kakinya sudah diamputasi itu menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga Reeva Steenkamp.

Pernyataan tersebut dikeluarkan hari Jumat dari London beberapa jam setelah Pistorius terisak-isak di pengadilan. Seorang wartawan VOA yang menghadiri sidang itu mengatakan sang atlet berusia 26 tahun menangis tanpa bersuara dan tangannya menutup kepalanya sewaktu proses pengadilan dimulai. Pistorius tidak mengucapkan sepatah katapun dalam sidang 40 menit itu.

Jaksa menuduh Pistorius membunuh kekasihnya, seorang model dan sarjana hukum di rumahnya di Pretoria, pada hari Valentine.

Penyidik mengatakan Steenkamp, yang berusia sekitar 30 tahun, ditembak empat kali dengan pistol 9-milimeter yang terdaftar atas nama Pistorius.

Pistorius hari Jumat kembali dimasukkan ke tahanan polisi sementara menunggu sidang lanjutan hari Selasa.
XS
SM
MD
LG