Tautan-tautan Akses

AS

Biaya Besarkan Anak di Amerika Terus Menanjak

  • Deborah Block

Laporan terbaru di AS mengatakan keluarga berpendapatan menengah yang memiliki anak lahir di tahun 2013 bisa mengeluarkan biaya hingga lebih dari $240.000 sebelum sang anak berumur 18.

Biaya membesarkan seorang anak di Amerika Serikat semakin meningkat. Dalam laporan tahunannya, Departemen Pertanian AS mengatakan keluarga berpendapatan menengah yang memiliki anak lahir di tahun 2013 bisa mengeluarkan biaya hingga lebih dari $240.000 sebelum sang anak berumur 18. Dan bila mereka berencana mengirim anak ke perguruan tinggi, mereka dapat mengantisipasi biaya tersebut berlipat ganda.

Kunjungan ke kediaman sebuah keluarga di Alexandria, Virginia, mengungkap laporan tersebut boleh jadi mencerminkan kenyataan sehari-hari bagi banyak orangtua.

Eddie Byrd, dan isterinya Gabriela, memiliki buah hati berumur 5 tahun, Brandy. Byrd mengatakan mereka tak ada jumlah dolar yang terlalu besar bagi sang buah hati. "Kami melihatnya sebagai investasi untuk seseorang yang sangat kami cintai," ujarnya.

Pengeluaran sudah mulai menumpuk bahkan sebelum Brandy lahir. "Kami harus menyiapkan kamarnya, membeli kereta bayi, dan lain-lain, dan semuanya bisa sampai beberapa ribu dolar," ujar Byrd.

Menurut laporan Departemen Pertanian AS, ongkos terbesar membesarkan anak adalah rumah, perawatan anak, pendidikan dan makanan. Ongkos-ongkos lain termasuk pakaian, transportasi dan aktivitas bagi sang anak.

Ini berdampak pada keluarga kelas menengah ini di daerah Washington, D.C. yang terkenal mahal biaya hidupnya.

"Secara finansial, ini adalah perjuangan dari bulan ke bulan," katanya.

Walaupun membesarkan anak memang tidak murah bagi orangtua di manapun mereka bereda, tapi tak sedikit juga negara yang menyediakan subsidi bagi perawatan dan kesehatan anak, seperti di Norwegia, Swedia, Finlandia dan Australia.

Eddie dan Gabriela menghemat biaya perawatan anak karena Gabriela memutuskan untuk berhenti bekerja untuk merawat Brandy. Tapi seperti banyak keluarga kelas menengah lainnya, mereka harus membayar aktivitas tambahan bagi Brandy, seperti kelas ballet dan berenang.

"Rasanya tidak seperti waktu saya kecil dulu, di mana saya bisa naik sepeda keliling-keliling dan kembali di sore hari. Sekarang sudah tidak aman lagi," kata Byrd.

Ia mengatakan pendidikan adalah salah satu pengeluaran terbesarnya, karena mereka memutuskan untuk mengirim Brandy ke sekolah swasta Katolik. Ia khawatir, ke depannya, ia tidak mampu menempatkan Brandy di sekolah swasta.

"Sepertinya, ia harus bekerja untuk bisa membayar uang kuliah nantinya," kata Byrd.

XS
SM
MD
LG