Tautan-tautan Akses

BI Dapat Beli Obligasi Jepang untuk Bantu Likuiditas Rupiah


Rupiah, yang merupakan mata uang Asia dengan kinerja terburuk. (Foto: Dok)

Rupiah, yang merupakan mata uang Asia dengan kinerja terburuk. (Foto: Dok)

Rupiah mencapai titik terendah dalam hampir lima tahun terakhir pada Jumat (13/12) dengan 12.106 terhadap dolar Amerika.

Bank Indonesia menyatakan dapat membeli obligasi pemerintah Jepang dan melakukan persetujuan pembelian kembali obligasi yang dipegang oleh bank-bank Jepang di negara tersebut untuk membantu mendorong likuiditas rupiah untuk mengantisipasi krisis finansial.

Rupiah, yang merupakan mata uang Asia dengan kinerja terburuk, termasuk yang paling rentan terhadap aliran modal keluar dari pengurangan stimulus oleh bank sentral AS Federal Reserves, karena kekhawatiran-kekhawatiran terhadap defisit berjalan di Indonesia.

Rupiah mencapai titik terendah dalam hampir lima tahun terakhir pada Jumat (13/12) dengan 12.106 terhadap dolar Amerika, dan jatuh lebih dari 20 persen sejauh ini tahun ini.

Sebelumnya pada Jumat, Bank Indonesia mengumumkan ekspansi perjanjian pertukaran mata uang (currency swap) dengan Bank of Japan sebesar US$22,76 miliar, hampir dua kali lipat dari nilai sebelumnya yang mencapai $12 miliar.

Skema ini akan mengembangkan cakupan aset, yang akan digunakan untuk manajemen likuiditas Bank Indonesia, dan meningkatkan fleksibilitas pengelolaan likuiditas bank-bank yang beroperasi di Indonesia, ujar juru bicara Bank Indonesia Difi A. Johansyah.

Indonesia telah melakukan ‘currency swap’ dngan Bank of Korea dan the People's Bank of China, sebagai garis pertahanan kedua dalam mengantisipasi kejatuhan rupiah. (Reuters)
XS
SM
MD
LG