Tautan-tautan Akses

Bertemu Merkel, Jokowi Kembali Tekankan Kerjasama Pendidikan


Presiden Joko Widodo (kanan) dalam pertemuan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel di Bundeskanzleramt hari Senin siang 18/4 (courtesy: Biro Setpres RI).

Presiden Joko Widodo (kanan) dalam pertemuan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel di Bundeskanzleramt hari Senin siang 18/4 (courtesy: Biro Setpres RI).

Dalam dengan Kanselir Jerman Angela Merkel Senin (18/4), Presiden Joko Widodo meminta Jerman untuk membantu dunia pendidikan Indonesia.

Presiden Joko Widodo kembali menyampaikan pentingnya kerjasama pendidikan vokasi dalam pertemuan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel di Bundeskanzleramt, Senin siang (18/4).

Pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu, meliputi program diploma satu hingga empat yang setara dengan program pendidikan akademik strata satu.

Dalam pertemuan yang diikuti dengan jamuan santap siang dan konferensi pers bersama itu, Presiden Joko Widodo meminta Jerman untuk membantu dunia pendidikan Indonesia.

“Indonesia ingin agar pendidikan vokasi mendapat bantuan dari Jerman, terutama untuk bidang-bidang yang berkaitan dengan industri, baik industri kelistrikan seperti power-plant, maupun industri kecil, maritim dan lainnya”, tegas Presiden Joko Widodo.

Jokowi dalam pertemuan itu didampingi oleh Menko Ekonomi Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Kepala BKPM Franky Sibarani dan Duta Besar Indonesia untuk Jerman Fauzi Bowo.

Kanselir Angela Merkel menyambut baik permintaan itu dan siap menindaklanjutinya dengan melakukan pertemuan tingkat teknis pada bulan Mei mendatang.

Selain membahas kerjasama pendidikan, kedua pemimpin juga saling tukar pikiran tentang kerjasama perdagangan dan pemberantasan aksi teroris. “Ada dua pendekatan penting dalam menangani hal ini yaitu dengan hard-power yaitu penegakan hukum dan soft-power yaitu pendekatan agama dan budaya. Jika kombinasi keduanya dilakukan, saya percaya penanganan terorisme akan lebih baik dan komprehensif”, ujar Joko Widodo.

Kanselir Merkel menilai Indonesia berperan besar dalam menyebarluaskan nilai toleransi. “Dengan penduduk 250 juta dan 17 ribu pulau, adalah tugas berat bagi suatu negara untuk berkembang. Dan saya kagum dengan apa yang telah dicapai Indonesia”, ujar Merkel. Lebih jauh Merkel mengusulkan pembentukan komite pengarah atau steering committee untuk mengkaji kerjasama bilateral kedua negara secara menyeluruh sesuai “Kemitraan Komprehensif Indonesia-Jerman Tahun 2012”. [em]

XS
SM
MD
LG