Tautan-tautan Akses

Berlian Mungkin Ditemukan pada Lebih Banyak Jenis Batuan


Seorang model memamerkan cincin berlian warna kuning sebesar 100,09 karat (kiri) dan cincin berlian 103,46 karat dalam sebuah lelang di Sotheby's di Jenewa, 7 Mei 2014. (Foto: dok.)

Seorang model memamerkan cincin berlian warna kuning sebesar 100,09 karat (kiri) dan cincin berlian 103,46 karat dalam sebuah lelang di Sotheby's di Jenewa, 7 Mei 2014. (Foto: dok.)

Mungkin ada lebih banyak berlian di dalam perut bumi, tapi para peneliti mengatakan ukurannya kemungkinan sangat kecil.

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa berlian tidak seistimewa yang dikira sebelumnya. Walaupun begitu, bukan berarti harga berlian akan menjadi murah.

Dalam jurnal Nature Communications, para peneliti dari Johns Hopkins University mengatakan bahwa pembentukan berlian berada "jauh di dalam perut bumi."

Jangan bayangkan berlian yang besar, karena menurut para peneliti dibutuhkan mikroskop untuk melihat berlian yang berasal dari perut bumi, yang ukurannya hanya beberapa mikron saja.

Sebelum penelitian ini, para ilmuwan mengira berlian terbentuk lewat satu dari dua cara, yaitu melalui oksidasi metana atau melalui reduksi kimia karbon dioksida dalam cairan yang bergerak, kedua cara itu membutuhkan keadaan khusus yang jarang terjadi.

Penelitian ini mengemukakan cara pembentukan berlian yang lebih sederhana yang melibatkan reaksi air asam terhadap bebatuan di dalam bumi.

"Semakin dicari, berlian semakin banyak ditemukan pada jenis-jenis batu yang berbeda," kata penulis penelitian tersebut, Dimitri Sverjensky, seorang ahli geokimia di John Hopkins.

"Saya pikir semua orang setuju kalau pembentukan berlian bisa ditemukan di berbagai macam lingkungan."

Jadi walaupun penelitian tersebut tidak akan menghasilkan berlian yang berlimpah, tapi memungkinkan terciptanya pemahaman lebih dalam tentang gerakan cairan di dalam perut bumi. Hal ini akan memungkinkan kita lebih memahami peran siklus karbon dalam kehidupan.

“Cairan adalah penghubung utama antara permukaan dan perut bumi,” kata Sverjensky. “Itu sebabnya sangat penting memahaminya.” [dw]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG