Tautan-tautan Akses

Berkunjung ke Tempat Pemrosesan Ubur-ubur di AS

  • Phillip Graitcer

Ubur-ubur yang berbentuk seperti bola (jellyballs) yang baru saja ditangkap (foto: dok).

Ubur-ubur yang berbentuk seperti bola (jellyballs) yang baru saja ditangkap (foto: dok).

Marco Seafood di kota Darien, Georgia, merupakan perusahaan pemroses dan pengekspor tunggal ubur-ubur yang semakin naik daun di Amerika.

Pada pagi hari awal musim semi yang masih dingin sebagian besar orang di kota kecil Darien, di pesisir pantai, masih tidur, tetapi, di dermaga Marco Seafood terlihat banyak kegiatan di sepanjang sungai Darien.

Kapal pukat penjaring udang, Kim C. King, baru saja membuang jangkar, dan sekitar seratus pekerja menyingsingkan lengan baju mereka, siap memroses ubur-ubur hasil tangkapan mereka tadi malam yang mereka sebut jellyballs, karena ubur-ubur itu bentuknya bulat seperti bola.

Pemilik kapal penangkap udang Thornell King mengatakan, “Sejak seratus tahun lalu ubur-ubur memusingkan para nelayan.”

King punya tiga kapal penangkap udang. Tetapi, pada musim dingin ketika musim udang berakhir, ia mengubah fungsi kapalnya untuk menangkap ubur-ubur. Ini hanya pekerjaan paruh waktunya. "Sebenarnya, daripada menangkap ubur-ubur, saya lebih suka menangkap penjahat. Saya anggota polisi negara bagian Georgia,” ujarnya.

King adalah seorang polisi yang menjadi penangkap ubur-ubur laut selama 14 tahun. Jellyballs adalah jenis ubur-ubur bulat berbentuk peluru meriam yang terdapat di perairan hangat di Amerika bagian selatan. Ubur-ubur itu musiman, biasanya muncul pada akhir musim dingin dan terlihat terus sampai awal musim udang pada bulan Juni and Juli.

Ubur-ubur yang tampak seperti jamur-jamur yang terapung di Pulau St. Simonds, Georgia

Ubur-ubur yang tampak seperti jamur-jamur yang terapung di Pulau St. Simonds, Georgia

Menurut pakar biologi laut Georgia, Jim Page, ubur-ubur itu ada di mana-mana.
"Kami selalu senang ketika melihat ubur-ubur yang berlimpah itu. Kami berjalan di air dengan ubur-ubur di sekeliling kami," paparnya.

Ubur-ubur itu tampak seperti jamur-jamur yang terapung. Kaki-kaki ubur-ubur itu lebih pendek daripada jenis lainnya dan ubur-ubur bulat ini tidak menyengat. Ukuran mereka kebanyakan sebesar jeruk bali, meskipun sebagian bisa sebesar bola basket. Selama musim udang, ubur-ubur itu sering tersangkut di jala, sehingga para nelayan udang harus memasang alat khusus yang disebut penembak ubur-ubur di jala-jala mereka untuk mengusir ubur-ubur itu.

Darien menjadi pusat ubur-ubur dua dasawarsa lalu, ketika seorang pria bernama George Tai mulai menangkap ubur-ubur dan mengekspornya ke Asia. Sewaktu meninggalkan kota Darien, ia menjual pabrik pemroses dan peralatan penangkapan ikannya kepada King dan mitranya. Kini, Marco Seafood menjadi perusahaan pemroses dan pengekspor tunggal ubur-ubur. Mahluk laut itu dapat ditemukan di sepanjang pesisir Selatan, dari North Carolina sampai Florida.

Lebih jauh, King memaparkan, "Kami keluar tiap hari untuk menangkap ubur-ubur. Kami harus menggunakan jala khusus dengan lubang sebesar 12 sentimeter, supaya udang tidak terjaring. Kami melepas jala dan menariknya ke dek kapal.”

Para pekerja di dermaga memakai celana kedap air berwarna kuning, menyekop es ke dalam wadah plastik putih besar untuk menyimpan ubur-ubur itu. Mereka punya mesin penyedot yang membawa ubur-ubur itu ke mesin yang dapat menjatuhkan ubur-ubur itu ke dalam wadah plastik putih. Wadah itu kemudian dibawa oleh mesin pengangkut dan dimasukkan ke mesin pemroses.

Ubur-ubur Georgia ini dikeringkan, diawetkan, kemudian diekspor ke negara-negara Asia (foto: dok).

Ubur-ubur Georgia ini dikeringkan, diawetkan, kemudian diekspor ke negara-negara Asia (foto: dok).

Sekitar tiga minggu kemudian ubur-ubur kering yang diawetkan itu siap dikemas dan dijual ke para penyalur makanan laut yang mengapalkan ubur-ubur itu ke Jepang, Tiongkok dan Thailand.

Penangkapan ubur-ubur menempati urutan ketiga dalam bidang perikanan komersial terbesar di Georgia setelah udang dan kepiting, tetapi hanya lima perahu diijinkan untuk menjaring ubur-ubur. Hal itu karena Marco Seafood hanya dapat menangani 22 ton ubur-ubur dalam satu muatan kapal, untuk satu kali penangkapan, di samping kurangnya alat pemroses ubur-ubur.

Sejauh ini meskipun persediaan ubur-ubur hampir tak terbatas, King berpendapat bahwa permintaan ubur-ubur kering asal Georgia akan terus meningkat. Sekarang ini, penggemar hidangan ubur-ubur di Asia terpaksa harus puas dengan porsi ubur-ubur yang kecil dulu.
XS
SM
MD
LG