Tautan-tautan Akses

Berkunjung ke Rumah Thomas Jefferson di Monticello

  • Julie Taboh

Monticello bukan saja merupakan tempat tinggal bagi Thomas Jefferson, tetapi juga bagi para budaknya.

Monticello bukan saja merupakan tempat tinggal bagi Thomas Jefferson, tetapi juga bagi para budaknya.

Pameran di Monticello memberikan gambaran tentang sebagian budak yang hidup dan bekerja di perkebunan milik Thomas Jefferson.

Pada tahun 1997 Karen Hughes White menghadiri acara khusus di Monticello, rumah Thomas Jefferson di Virginia. Jefferson adalah presiden ketiga Amerika yang dihormati.

White adalah salah satu dari ratusan orang yang diundang untuk menghormati nenek moyang mereka – leluhur yang dulu adalah budak Thomas Jefferson pada tahun-tahun awal berdirinya negara Amerika. Mereka yang hadir dalam acara itu bernyanyi di tangga Monticello.

Jefferson adalah penulis utama Deklarasi Kemerdekaan yang mengumumkan kemerdekaan Amerika dari Inggris.

Meskipun Jefferson menulis bahwa "semua orang diciptakan sama," ia memiliki 600 budak dalam masa hidupnya.

Kontradiksi itu menjadi subjek dua pameran penting.

Salah satu pameran itu terdapat di Monticello di kota Charlottesville, sebuah perkebunan luas, tidak saja menjadi tempat tinggal bagi Jefferson dan keluarganya, tapi juga bagi ratusan orang budak dari Afrika dan keluarga mereka. Mereka bekerja untuk usaha perkebunan milik Jefferson.

Susan Stein adalah kurator senior di Monticello. Ia mengatakan Jefferson lahir dalam budaya perbudakan.

“Di Amerika, pada masa Jefferson, 20 persen penduduk adalah budak, dan Jefferson adalah salah seorang pemilik budak. Jadi dengan datang ke Monticello orang akan berkesempatan merenungkan kompleksitas ini, yakni memahami gagasan-gagasan Jefferson, cita-cita dan keyakinannya dalam kebebasan, tetapi juga untuk melihat dan memahami akibat dari perbudakan," papar Stein.

Wormely Hughes adalah salah seorang budak Jefferson. Ia adalah leluhur Karen Hughes White dan keponakan Sally Hemings, yang dipercaya oleh para sejarawan memiliki enam anak dengan Jefferson.

Hughes mengepalai para tukang kebun yang bekerja untuk Jefferson.

Thomas Jefferson, Presiden AS ke-3 (1801-1809), memiliki 600 orang budak semasa hidupnya (foto: dok).

Thomas Jefferson, Presiden AS ke-3 (1801-1809), memiliki 600 orang budak semasa hidupnya (foto: dok).

Cinder Stanton, sejarawan senior tentang Monticello, mengetahui tentang Hughes dan budak-budak lainnya dari catatan Jefferson yang sangat rinci.

“Ketika menata petak-petak bunga di halaman barat di luar rumahnya, Jefferson rupanya membawa tali pengukur dan Wormely Hughes mengikutinya dengan sekop dan mereka berdua menyusun petak-petak bunga itu bersama-sama,” paparnya.

Tetapi bagi Stanton, catatan-catatan itu tidak cukup. Hampir 20 tahun lalu ia dan koleganya memulai sebuah proyek untuk mengidentifikasi keturunan para budak di Monticello dan mewawancarai mereka.

"Saya kira ini adalah cara memandang bagaimana lembaga perbudakan itu kejam dan menindas, tapi dalam lembaga itu orang mampu membuat kita hidup dengan baik dan mewariskan nilai-nilai dan keterampilan kepada keturunan mereka," katanya.

White mengatakan ia telah sampai pada pemahaman tentang Jefferson.

"Saya pikir ia adalah seorang bapak bangsa yang hebat, tetapi saya juga tahu bahwa ia memperbudak banyak leluhur saya, dan saya tahu ketika ia meninggal, Ursula dan Robert - yang adalah ayah dari buyut saya – dijual. Jadi, ini sekedar belajar tentang suatu waktu dalam sejarah dan mengakuinya sebagaimana adanya ketika itu, dan tidak berusaha memberikan penilaian baik atau buruk, tetapi menerimanya sebagaimana adanya ketika itu,” papar White.

Pameran kedua – yang disajikan oleh Museum Sejarah Afrika-Amerika yang merupakan bagian dari Museum Nasional Smithsonian – menampilkan dinding dengan nama-nama semua budak yang pernah dimiliki oleh Jefferson.

Thomas Jefferson meninggal dunia pada peringatan 50 tahun Deklarasi Kemerdekaan dan hampir 40 tahun sebelum perbudakan dihapuskan.

Ia dimakamkan di Monticello – dan sebagian budaknya kemungkinan dikuburkan di sana juga – walaupun di pusara tanpa nama.
XS
SM
MD
LG