Tautan-tautan Akses

Berhenti Merokok Dapat Kurangi Risiko Sakit Jantung Lebih Cepat


Seorang perokok di Los Angeles, California. (Foto: Ilustrasi)

Seorang perokok di Los Angeles, California. (Foto: Ilustrasi)

Risiko gagal jantung, serangan jantung dan stroke turun menjadi tingkat yang sama dengan mereka yang tidak pernah merokok dalam separuh waktu periode merokok.

Beberapa perokok berusia di atas 65 tahun yang menghentikan kebiasannya dapat mengurangi risiko kematian terkait penyakit jantung ke tingkat yang sama dengan mereka yang tidak pernah merokok, lebih cepat dari yang sebelumnya diperkirakan, menurut sebuah penelitian baru yang dipresentasikan Rabu (20/11).

Riset sebelumnya menemukan bahwa mantan-mantan perokok berusia lanjut yang mengkonsumsi kurang dari 32 tahun pak rokok dapat mengurangi risiko kematian terkait penyakit jantung ke tingkat yang sama dengan mereka yang tidak pernah merokok setelah 15 tahun.

Tahun pak diukur dari mengalikan jumlah rokok yang diisap per hari dengan jumlah tahun menjadi perokok. Misalnya saja 32 tahun pak berarti 3,2 pak rokok per hari selama 10 tahun atau dua pak sehari selama 16 tahun.

"Penemuan ini menunjukkan bahwa jika Anda merokok kurang dari 32 tahun pak, Anda dapat menjadi seperti non-perokok lebih cepat dari 15 tahun," ujar Dr. Ali Ahmed, yang melaporkan penemuan-penemuannya itu dalam pertemuan ilmiah Asosiasi Jantung Amerika di Dallas.

Banyak orang dalam penelitian tersebut menurunkan risiko gagal jantung atau risiko kematian dari gagal jantung, serangan jantung dan stroke, pada level sama dengan mereka yang tidak pernah merekok dalam hampir separuh waktu yang diindikasikan penelitian sebelumnya.

"Untuk setengah dari mereka, hal itu terjadi delapan tahun setelah berhenti," ujar Ahmed, profesor penyakit kardiovaskuler di fakultas kedokteran University of Alabama.

“Bahkan untuk perokok yang lebih berat, yang merokok lebih dari 32 tahun pak, dibandingkan dengan perokok sekarang, mereka akan secara signifikan mengurangi risiko kematian total sebanyak 35 persen (dengan berhenti), jadi ada kabar positif untuk semua orang."

Menurunkan risiko ke level non-perokok adalah standar yang jauh lebih tinggi dibandingkan perbandingan dengan perokok saat ini, tambahnya.

Para peneliti mengumpulkan data mereka dengan menganalisa informasi medis 13 tahun dari Studi Kesehatan Kardiovaskuler yang dimulai pada 1989 dan disponsori oleh Institut Jantung, Paru-Paru dan Darah Nasional. Mereka membandingkan 853 orang yang berhenti merokok 15 tahun atau kurang sebelum 2.447 orang yang tidak pernah merokok. Dari mantan perokok, 319 telah merokok kurang dari 32 tahun pak.

Merokok masih menjadi sebab kematian dini yang paling bisa dihindari di Amerika Serikat dan negara-negara lain. Jadi pesan intinya masih sama: "Jika Anda merokok, berhenti dan berhenti dini," ujar Ahmed.

Bahkan bagi mereka yang tidak berhenti merokok sampai usia 65 terlihat masih mendapatkan manfaat kesehatan jantung.

Meski manfaat bagi kesehatan jantung dalam studi tersebut terlihat jelas, para peneliti mengatakan kerusakan paru-paru tidak dengan mudah dibalikkan. Mereka yang merokok kurang dari 32 tahun pak dan berhenti 15 tahun atau lebih yang lalu masih berisiko tinggi terkena kanker paru-paru, emfisema atau penyakit paru-paru kronis. (Reuters)
XS
SM
MD
LG