Tautan-tautan Akses

AS

Berhemat dengan Kupon Belanja di Amerika

  • Faiza Elmasry

Seorang perempuan memperlihatkan kupon yang dikumpulkannya, untuk mendapatkan potongan harga saat berbelanja.

Seorang perempuan memperlihatkan kupon yang dikumpulkannya, untuk mendapatkan potongan harga saat berbelanja.

Dengan kondisi ekonomi yang masih lesu, semakin banyak warga AS mencari cara menghemat biaya rumah tangga, di antaranya dengan menggunakan kupon belanja.

Laura Harders selalu menggunakan kupon setiap kali berbelanja kebutuhan rumah tangga. Ia memulai kebiasaan ini sekitar enam tahun lalu, ketika mengandung anaknya yang pertama. Dia berencana untuk berhenti bekerja dan mencari cara agar keluarganya bisa hidup dengan mengandalkan satu penghasilan saja.

"Jadi daripada kembali bekerja, saya bisa tinggal di rumah dan tetap punya pemasukan dengan cara menghemat lebih banyak,"kata Harders.

Dengan menggunakan kupon, Harders biasanya memangkas belanja bahan makanan sampai separuhnya. Tapi hari ini, ia menghemat lebih banyak lagi.

"Sebelum harga diskon dan sebelum kupon, total belanja saya 80 dolar. Setelah kupon dan diskon, harganya menjadi 20 dolar," papar Harders.

Dia mengumpulkan kupon dari berbagai sumber.

"Sebagian besar kupon saya dapatkan dari sisipan koran Minggu. Saya juga mendapat banyak kupon secara online. Ada beberapa situs yang sangat membantu seperti coupons.com, smartsource.com dan lain-lain serta situs perusahaan yang mengeluarkan produk itu,” paparnya lagi.


Tapi tidak semua pembeli menggunakan kupon. Mariam Sindy bahkan tidak menyukai gagasan ini.

"Itu sangat menghabiskan waktu. Setiap kali saya menemukan kupon, di kotak sereal misalnya, saya biarkan, lalu saya lupa. Ketika saya ingat, kuponnya sudah tidak berlaku,”kata Sindy.

Kupon pertama dikeluarkan pada tahun 1887 di Atlanta, Georgia, oleh seorang pria yang ingin mendorong orang-orang untuk mencoba minuman baru, Coca-Cola.

125 tahun kemudian, perusahaan-perusahaan masih mengeluarkan kupon. Yang berubah, kata konsultan pemasaran Ferris Kaplan, adalah bagaimana kupon-kupon itu dibagikan.

"Lebih banyak orang muda menggunakan kupon karena kupon itu ada di ponsel mereka. Ketika mereka pergi ke toko pilihan mereka, mereka secara otomatis menggunakan kuponnya itu di sana tanpa printer, kertas, atau surat kabar," ungkap Kaplan.

Situs Certifikid menciptakan kupon digital bagi lebih dari 1.000 bisnis, dan mengirimkan kupon-kupon itu lewat email kepada sekitar 55.000 pelanggan. Pendiri Certifikid Jamie Ratner juga menampilkan profil salah satu bisnis setiap hari.

"Suatu hari, bisnis Anda menjadi perhatian di e-mail banyak orang. Mereka membaca tentang Anda, mempelajari bisnis Anda, lalu berkesempatan untuk membeli kuponnya,"kata Ratner.

Dengan semakin banyak orang muda yang menggunakan internet untuk mencari barang murah dan menghemat dalam ekonomi yang sulit ini, Jamie Ratner berharap layanan kupon digital akan semakin luas dan berkembang di masa depan.
XS
SM
MD
LG