Tautan-tautan Akses

Berantas Gizi Buruk Lewat Ojek Makanan Balita

  • R.Teja Wulan

Seorang ibu anggota relawan Omaba sedang menyiapkan nugget tempe untuk makanan balita. (VOA/R. Teja Wulan)

Seorang ibu anggota relawan Omaba sedang menyiapkan nugget tempe untuk makanan balita. (VOA/R. Teja Wulan)

Komunitas ibu-ibu di Bandung mengatur jasa antar makanan sehat untuk balita yang dinamakan Omaba atau Ojek Makanan Balita untuk mengatasi gizi buruk balita.

Gizi buruk masih menjadi permasalahan di Indonesia, tak terkecuali di kota besar seperti Bandung. Meski berbagai fasilitas perkotaan tersedia, namun di beberapa sudut kota Bandung masih banyak balita dengan gizi buruk.

Hal ini menggerakkan komunitas ibu-ibu di kawasan Riung Bandung, kota Bandung, untuk membuat makanan sehat bagi para balita gizi buruk. Makanan tersebut diantarkan ke berbagai pelosok kawasan Bandung Timur, dengan menggunakan sepeda motor. Jasa antar makanan sehat untuk balita ini dinamakan Omaba, yang merupakan singkatan dari Ojek Makanan Balita.

Pagi itu sekelompok ibu-ibu di sebuah kompleks perumahan kawasan Riung Bandung, kota Bandung sedang membuat nugget tempe, sayur bayam, dan talam jagung manis. Makanan yang sudah dimasak tersebut kemudian dikemas ke dalam puluhan wadah makanan kedap udara. Lalu beberapa ibu lainnya membawa makanan yang sudah dikemas tersebut dan mengantarkannya ke berbagai tempat dengan menggunakan sepeda motor. Mereka adalah para ibu yang tergabung dalam Omaba atau Ojek Makanan Balita.

Diprakarsai oleh seorang dokter di Puskesmas Riung Bandung, Omaba kini sudah merambah ke berbagai kawasan di Bandung Timur, yang terdapat balita dengan gizi buruk. Orangtua balita tidak perlu risau, karena makanan yang diantar setiap hari ini bisa didapatkan dengan cuma-cuma.

Sang dokter yang juga Kepala Puskesmas Riung Bandung, Soni Sondari, mengatakan, angka gizi buruk di kota besar seperti Kota Bandung cukup memprihatinkan. Balita dengan gizi buruk di kota besar pada umumnya tinggal di rumah tangga misikin di kawasan padat penduduk yang kumuh, atau di kawasan bantaran sungai.

Melihat fenomena itulah hatinya kemudian tergerak untuk membentuk komunitas Omaba dengan menggandeng para ibu rumah tangga di kawasan perumahan.

Makanan yang dibuat oleh Omaba bukanlah sembarang makanan. Karena ditujukan untuk konsumsi para balita dengan gizi buruk, maka makanan yang diolah pun mengandung zat gizi yang baik. Cara pembuatannya pun higienis dan tanpa menggunakan zat penyedap makanan tambahan. Sayur mayur, lauk pauk, dan buah-buahan sehat selalu menjadi menu Omaba. Agar anak-anak tidak bosan, resep yang dibuat pun berbeda setiap harinya. Bahkan, beberapa resep di antaranya dibuat dengan kreativitas tinggi, seperti nugget tempe dan sosis sayuran.

Para orangtua dengan balita gizi buruk pun menyambut antusias program yang dibuat oleh Omaba. Mereka sangat senang karena anak-anaknya bisa menikmati makanan yang sehat sekaligus enak dengan cuma-cuma.

Bukan hanya itu, setelah mendapatkan kiriman makanan sehat dari Omaba, berat badan anak-anak mereka pun berangsur-angsur naik. Anak-anak pun menjadi jarang jatuh sakit dan selalu ceria.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung, dalam dua tahun terakhir ini sebanyak 282 bayi dan balita di Kota Bandung mengalami gizi buruk. Angka ini tentu bisa bertambah jika tidak ada kesadaran dari masyarakat. Omaba, menjadi salah satu cara untuk mengurangi balita dengan gizi buruk ini melalui partisipasi aktif masyarakat.

XS
SM
MD
LG