Tautan-tautan Akses

Beragam Insiden Warnai KTT G20

  • William Ide

Presiden China Xi Jinping (kanan) dan Presiden AS Barack Obama pada KTT G20 Summit di Hangzhou, Zhejiang, China, Minggu (4/9).

Presiden China Xi Jinping (kanan) dan Presiden AS Barack Obama pada KTT G20 Summit di Hangzhou, Zhejiang, China, Minggu (4/9).

Seiring dibukanya KTT G20 di Hangzhou – China hari Minggu (4/9), kekisruhan di tarmac bandara ketika Presiden Obama tiba disertai serangkaian perselisihan terus membelokkan perhatian.

Ketika Presiden Barack Obama tiba di Hangzhou hari Sabtu (3/9), ia belum bisa segera turun dari pesawat Air Force One yang membawanya karena tangga untuk itu tidak tersedia, dan ketika ia akhirnya turun dari pesawat, karpet merah yang dihamparkan dalam menyambut kedatangan pemimpin lain ternyata tidak ada bagi Obama.


Pejabat China Ketatkan Aturan bagi Wartawan Peliput KTT G20

Ketegangan juga tampak di tarmac bandara dimana seorang pejabat China meneriaki para fotografer Gedung Putih ketika mereka mengatur posisi untuk mengambil foto Presiden Obama. Seorang pejabat Gedung Putih berupaya menengahi dengan mengatakan Amerika telah menetapkan aturan dimana seharusnya posisi fotografer. Tetapi pejabat China itu menjawab sambil berteriak : “Ini negara kami. Ini bandara kami!”.

Ini baru awal perselisihan yang terjadi menjelang pembukaan KTT G20 tersebut.

Pejabat China yang sama berupaya mencegah Penasehat Keamanan Nasional Amerika, Susan Rice berjalan menuju iring-ringan mobil yang membawa rombongan Presiden Obama, yang akhirnya ditengahi oleh petugas Secret Service.

Ketegangan memuncak Sabtu sore setelah upacara pengumuman Perjanjian Paris tentang perubahan iklim yang disepakati Amerika dan China, dan serangkaian perundingan bilateral berskala luas selama lebih dari 3,5 jam. Kali ini perselisihan soal berapa banyak wartawan yang bisa menyaksikan Presiden Obama dan Presiden Xi Jinping berjalan santai malam hari. Pihak China mendadak mengurangi jumlah wartawan dari enam menjadi tiga dan kemudian hanya satu.

“Ini pengaturan yang kami buat”, ujar seorang pejabat China kepada pejabat pers Gedung Putih.

Pada akhirnya kedua pihak menyepakati hanya dua wartawan Gedung Putih.


Obama: “Yang penting wartawan tetap dapat akses liputan.”

Ketika ditanya tentang serangkaian perselisihan itu, Presiden Obama – dalam konferensi pers dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May – mengatakan tidak akan membesar-besarkan insiden tersebut, dan bahwa isu keamanan dan akses wartawan ini bukan yang pertama terjadi dalam lawatan ke China atau negara-negara lain. Dan ini merupakan bagian dari perbedaan nilai-nilai, tambah Obama. “Apa yang penting adalah wartawan tetap mendapat akses untuk melakukan tugas mereka. Mereka bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan. Dan kita tidak meninggalkan nilai-nilai kita ketika melakukan lawatan ini. Memang itu bisa menimbulkan friksi”, ujar Obama,

Perundingan – yang mencakup upacara kedatangan, akses wartawan, pengaturan tempat duduk dan banyak lainnya – selalu dilakukan selama beberapa minggu atau bulan menjelang lawatan diplomatik tingkat tinggi.

Tetapi Presiden Obama mengatakan “mungkin sebagaimana disampaikan juru bicara Gedung Putih Josh Earnest, ada hal-hal yang tidak biasa pada sejumlah perundingan dan desakan yang terjadi di belakang layar”.

Pejabat China Berkilah soal Masalah Saat Kedatangan Obama

Seorang pejabat Kementerian Departemen Luar Negeri China mengatakan kepada suratkabar South China Morning post, terkait tidak siapnya tangga pesawat di bandara ketika kedatangan Presiden Obama, merupakan keputusan Amerika supaya Presiden Obama turun menggunakan tangga kecil yang terbuat dari logam. “China menyediakan tangga eskalator bagi setiap pemimpin negara yang tiba, tetapi pihak Amerika mengeluh bahwa supir yang membawa tangga itu tidak bisa berbicara dalam bahasa Inggris dan tidak memahami instruksi keamanan dari Amerika”, ujar pejabat tersebut. “China mengusulkan agar kami menugaskan seorang penerjemah untuk duduk disamping supir, tetapi Amerika menolak usul itu dan berkeras bahwa mereka tidak membutuhkan tangga yang disediakan pihak bandara”.

Permohonan visa wartawan Deplu AS ke China ditolak

Insiden-insiden itu tidak hanya terjadi pada Presiden Barack Obama dan rombongan pers yang menyertainya. Pekan lalu ketika wartawan-wartawan yang hendak menyertai Menteri Luar Negeri John Kerry meminta visa untuk masuk ke China meliput G20, permohonan mereka ditolak. Pejabat-pejabat China tidak menjelaskan mengapa permintaan itu ditolak. [em/al]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG