Tautan-tautan Akses

Bentrokan Warnai Pengadilan Aktivis Buruh di Kamboja


Seorang perempuan ditahan oleh pasukan penjaga keamanan di dekat wilayah Pengadilan Negeri Phnom Penh dimana orang-orang berkumpul menuntut dibebaskannya para aktivis buruh yang diadili (25/4).

Seorang perempuan ditahan oleh pasukan penjaga keamanan di dekat wilayah Pengadilan Negeri Phnom Penh dimana orang-orang berkumpul menuntut dibebaskannya para aktivis buruh yang diadili (25/4).

Demonstran dan polisi bentrok hari Jumat (25/4) diluar gedung Pengadilan Negeri Phnom Penh, dimana 23 aktivis buruh diadili menyusul penangkapan mereka pada bulan Januari.

Para aktivis itu dibawa masuk ke pengadilan dengan diborgol, lalu dipisah ke tiga ruangan, dimana mereka menghadapi majelis hakim atas dakwaan terkait menghasut kekerasan dalam protes itu.

Mereka ditangkap menyusul unjuk rasa pekerja garmen, di mana pasukan keamanan menewaskan paling sedikit empat orang dan melukai puluhan lainnya. Para pekerja menuntut kenaikan seratus perseh upah minimum di negara itu.

Pihak berwenang telah menahan 21 dari para aktivis itu sejak mereka ditangkap. Dua lainnya, dikenai tahanan luar dengan uang jaminan, juga disidang hari Jumat. Para terdakwa ditahan menyusul unjuk rasa para pekerja garmen dimana pasukan keamanan menewaskan setidaknya empat orang dan melukai belasan lainnya. Para pekerja menuntut kenaikan 100 persen upah minimum di negara itu.

Salah seorang terdakwa, aktivis serikat buruh Von Pov, berbicara kepada wartawan di luar pengadilan hari Jumat. Ia mengatakan, “Saya perlu kebebasan. Ini tidak adil. Saya melakukan apa saja demi rakyat Khmer. Saya tidak bersalah.”

Para pendukung mengatakan ke-23 aktivis itu diadili untuk mencegah aksi-aksi demonstrasi buruh lebih lanjut.

Sekitar 100 pendukung bentrok dengan polisi anti huru-hara yang jumlahnya juga sekitar 100 orang di luar pengadilan, dan sejumlah pengunjuk rasa terluka.
XS
SM
MD
LG