Tautan-tautan Akses

Bentrokan Tentara dan Pemberontak Muslim di Filipina Selatan, 12 Tewas


Peta wilayah Filipina dengan rencana daerah otonomi baru bagi Bangsamoro (Foto: dok).

Peta wilayah Filipina dengan rencana daerah otonomi baru bagi Bangsamoro (Foto: dok).

Tentara Filipina mengejar sekitar 20 pemberontak yang telah menyerang sebuah detasemen tentara di provinsi Cotabato Utara, yang memicu baku tembak, Kamis (11/9).

Militer Filipina mengatakan, dua tentara dan sejumlah anggota kelompok pemberontak Muslim tewas dalam bentrokan senjata hari Kamis (11/9).

Para pejabat mengatakan, bentrokan dimulai ketika para pemberontak dari kelompok Pejuang Kebebasan Islam Bangsamoro (BIFF) menyerang sebuah Detasemen militer di propinsi North Cotabato, Filipina Selatan.

Bentrokan itu berlangsung satu hari setelah Presiden Benigno Aquino meminta para legislator untuk meloloskan sebuah kesepakatan yang akan menciptakan sebuah wilayah otonomi Muslim.

Wilayah otonomi yang diusulkan itu adalah bagian dari perjanjian perdamaian bersejarah yang disepakati sebelumnya tahun ini oleh pemerintah dan Front Pembebasan Islam Moro (MILF).

BIFF, yang memisahkan diri dari MILF pada 2008, menentang kesepakatan perdamaian itu dan bersumpah untuk terus berperang hingga kemerdekaan sepenuhnya terwujud.

Puluhan tahun pertempuran di Filipina Selatan telah mengakibatkan ribuan orang tewas dan menghambat pembangunan di wilayah itu.

Mayjen. Edmundo Pangilinan mengatakan tentara mengejar sekitar 20 pemberontak yang telah menyerang sebuah detasemen tentara di provinsi Cotabato Utara, yang memicu baku tembak. Dia mengatakan enam tentara terluka dalam baku tembak dua jam, Kamis pagi (11/9).

Hari Rabu (10/9), Presiden Benigno Aquino III mengajukan kepada pemimpin Kongres usulan rancangan undang-undang yang akan menciptakan wilayah Muslim berpemerintahan sendiri sebagai bagian dari perjanjian perdamaian yang disepakati awal tahun ini dengan kelompok pemberontak utama di negara itu.

XS
SM
MD
LG