Tautan-tautan Akses

Kerusuhan Burma Menyebar di Medan, 8 Pengungsi Burma Tewas

  • Sara Schonhardt

Petugas forensik memberi tanda pada jenazah warga Burma di sebuah RS di Medan yang tewas dalam perkelahian di pusat penahanan (5/4).

Petugas forensik memberi tanda pada jenazah warga Burma di sebuah RS di Medan yang tewas dalam perkelahian di pusat penahanan (5/4).

Bentrokan mematikan antara warga Budha dan Muslim Burma yang terjadi dalam pusat penahanan imigrasi di Indonesia memberikan sinyal lain bahwa ketegangan antar etnis dan agama di Burma menyebar.

Polisi mengatakan delapan warga Budha tewas hari Jumat dalam bentrokan pagi hari dengan puluhan Muslim Rohingya di pusat penahanan.

Lebih dari 100 warga etnis Rohingya Birma yang mencari suaka dari kekerasan agama dan etnis, yang sedang berlangsung di negara asal mereka, tinggal di pusat penahanan di Belawan bersama 11 nelayan Burma yang ditahan karena menangkap ikan secara ilegal di lepas pantai Indonesia.

Kepada Associated Press, kepala polisi di sana mengatakan, bentrokan dimulai dini hari setelah seorang Rohingya mengkonfrontisir seorang nelayan Buddha tentang kekerasan sektarian baru-baru ini di Burma. Begitu terjadi perkelahian, beberapa narapidana dilaporkan memegang pisau.

Todd Elliott, analis keamanan pada Concord Consulting di Jakarta, mengatakan, "Insiden ini jelas semakin menjadi masalah bagi pemerintah Indonesia. Dengan semakin banyaknya pencari suaka datang ke Indonesia, tentu mereka membawa konflik atau perselisihan dari negara asal dan itu bisa meledak menjadi kekerasan di sini, di Indonesia, terutama jika mereka sudah menunggu berbulan-bulan untuk proses aplikasi suaka mereka."

Ribuan pengungsi singgah di Indonesia setiap tahun dalam perjalanan mencari suaka ke Australia. Dalam beberapa bulan terakhir Indonesia telah mengadakan sejumlah konferensi tingkat tinggi untuk mengatasi masalah itu. Hasilnya, respon kemanusiaan yang lebih baik.

Tetapi, Wakil Menteri Hukum dan HAM, yang meminta maaf atas insiden di Belawan, mengakui jumlah pasukan keamanan di pusat penahanan itu terlalu sedikit sehingga tidak mampu menangani kerusuhan tersebut.

Pejabat-pejabat Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan insiden tersebut baru sekali terjadi. Sebelum kekerasan hari Jumat itu para tahanan telah tinggal beberapa lama dalam pusat penahanan tersebut tanpa masalah.

Namun begitu, menurut pejabat-pejabat, selama Burma tidak bisa mengatasi ketegangan etnis dan agama di dalam negerinya, Indonesia perlu waspada.

Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalagawa membahas kekhawatiran itu di Jakarta pada pembukaan lokakarya tentang pencegahan konflik regional.

"Setiap kondisi yang tidak stabil, walaupun di dalam negeri, bisa dengan cepat berubah menjadi setidaknya jenis ancaman keamanan non-tradisional bagi seluruh wilayah,” kata Marty Natalegawa.

Jumat pagi, polisi di Belawan mengatakan, mereka telah mengamankan pusat penahanan itu dan membawa mereka yang luka-luka ke rumah sakit terdekat di Medan.

Terkait kekerasan itu, badan PBB untuk urusan pengungsi meminta kelompok-kelompok yang terlibat agar tenang serta mendesak pemerintah Indonesia agar memindahkan orang-orang itu ke panti khusus guna mencegah kerusuhan lebih lanjut.
XS
SM
MD
LG