Tautan-tautan Akses

Bentrokan di Tajikistan, Sedikitnya 22 Polisi dan Militan Tewas


Polisi mengamankan daerah di ibukota Tajikistan, Dushanbe, di mana beberapa pasukan khusus Kementerian Dalam Negeri dan seorang polisi lalu lintas dilaporkan tewas ditembak, 4 September 2015.

Polisi mengamankan daerah di ibukota Tajikistan, Dushanbe, di mana beberapa pasukan khusus Kementerian Dalam Negeri dan seorang polisi lalu lintas dilaporkan tewas ditembak, 4 September 2015.

Pihak berwenang di Tajikistan mengatakan sembilan polisi dan 13 tersangka milisi tewas dalam bentrokan hari Sabtu (5/9). Wakil menteri pertahanan yang dipecat dari pemerintah Dushanbe hari Jum’at (4/9) dinilai ikut bersalah sebagai penyebab bentrokan tersebut.

Polisi mengatakan jatuhnya korban tewas di dan dekat ibukota terjadi sewaktu pasukan keamanan mengejar militan yang terkait bekas wakil menteri pertahanan Abdukhalim Nazarzoda, anggota kelompok oposisi Islam moderat Tajikistan. The Islamic Renaissance Party of Tajikistan dinyatakan terlarang minggu lalu karena diduga terkait dengan teroris ISIS.

Nazarzoda dituding telah memerintahkan serangan bersenjata di sekitar ibukota, termasuk serangan terhadap dua pos polisi di dekat Dushanbe. Polisi mengatakan pasukan keamanan mengejar para penyerang dan mengepung mereka hari Sabtu di sebuah daerah terpencil yang terletak sekitar 150 kilometer dari ibukota.

Aksi kekerasan itu menimbulkan kekhawatiran terjadinya insiden baru di negara yang sebagian besar warganya beragama Islam, yang juga merupakan bekas wilayah Uni Sovyet yang saat ini masih menampung sekitar tujuh ribu tentara Rusia.

Kremlin mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin hari Sabtu telah menelfon mitranya di Tajikistan, Emomali Rakhmon. Seorang juru bicara mengatakan Putin menggambarkan serangan itu sebagai “upaya mengacaukan negara itu.”

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG