Tautan-tautan Akses

Bentrokan Berlanjut di Burundi, PBB Imbau Negosiasi


Seorang tentara Burundi dengan senjata AK-47 menembak ke arah demonstran dalam protes menentang Presiden Pierre Nkurunziza di Bujumbura, Burundi (25/5).

Seorang tentara Burundi dengan senjata AK-47 menembak ke arah demonstran dalam protes menentang Presiden Pierre Nkurunziza di Bujumbura, Burundi (25/5).

Pihak oposisi keluar dari perundingan dengan pemerintah setelah seorang tokohnya ditembak mati di Bujumbara hari Sabtu.

Polisi dan demonstran anti-pemerintah di Burundi bentrok lagi hari Senin (25/5), sementara Amerika dan PBB mengimbau semua pihak agar kembali ke meja perundingan.

Pihak oposisi keluar dari perundingan setelah seorang tokohnya, Zedi Feruzi dari Partai UPD, ditembak mati di Bujumbara hari Sabtu.

Amerika mengecam pembunuhan itu dan meminta Burundi agar menangkap pelakunya serta melindungi para politisi lain.

Paling tidak satu demonstran cedera hari Senin di ibukota dalam bentrokan di ibukota. Kantor berita Perancis melaporkan polisi juga menembak mati seorang demonstran di kota Muyange, 60 kilometer sebelah selatan ibukota.

Krisis di Burundi pecah bulan lalu setelah Presiden Pierre Nkurunziza mengumumkan akan mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga.

Lebih dari 20 orang telah tewas selama konflik itu dan 100.000 lebih warga telah mengungsi ke negara-negara tetangga.

Oposisi mengatakan masa jabatan ketiga melanggar konstitusi. Namun, para pendukungnya menganggap Presiden Nkurunziza masih bisa bersaing karena ia dipilih parlemen, bukan oleh rakyat, ketika menjabat pertama kali tahun 2005.

Pemerintah menolak tuntutan untuk menunda pemilu yang akan digelar tanggal 26 Juni.

Dua minggu lalu, pemerintah menggagalkan usaha kudeta oleh Jenderal Godefroid Niyombare yang masih buron.

XS
SM
MD
LG