Tautan-tautan Akses

Bentrok Pengunjuk Rasa dan Polisi Warnai Demo Anti-Penghematan di Sudan


Warga Khartoum antri untuk mengisi bensin (21/6). Baru-baru ini warga Khartoum yang berunjuk rasa menentang kebijakan anggaran keuangan pemerintah Sudan bentrok dengan pihak berwenang setempat.

Warga Khartoum antri untuk mengisi bensin (21/6). Baru-baru ini warga Khartoum yang berunjuk rasa menentang kebijakan anggaran keuangan pemerintah Sudan bentrok dengan pihak berwenang setempat.

Para pengunjuk rasa anti pengurangan anggaran keuangan bentrok dengan polisi di Ibukota Sudan Khartoum, hari Sabtu (23/6).

Pasukan Keamanan telah menggunakan gas air mata dan pentungan untuk membubarkan demonstrasi yang telah meluas ke beberapa lingkungan tempat tinggal. Laporan-laporan mengatakan, beberapa orang telah ditangkap. Unjuk rasa menentang pengurangan anggaran keuangan di Sudan ini berlanjut memasuki minggu kedua.

Para aktivis berusaha mencetuskan pergolakan ala “Pergolakan Arab” terhadap pemerintah Presiden Omar Hassan al- Bashir, untuk menjalankan langkah-langkah penghematan, guna mengurangi defisit anggarannya sebesar 2,4 miliar dolar.

Para pemimpin oposisi dan aktivis pemuda menyerukan diadakannya lebih banyak demonstrasi untuk menekan agar ditegakkannya demokrasi yang lebih besar dan diambilnya langkah-langkah untuk mengawasi kenaikan harga. Para pengunjuk rasa juga mengeluh tentang pengangguran dan korupsi.

Ekonomi Sudan merosot sejak pemisahan Sudan Selatan setahun lalu. Negara baru itu mengambil kira-kira tiga perempat hasil minyak negara itu, yang sebelumnya merupakan sumber utama pengasilan Sudan.

Sudan dan Sudan Selatan masih harus menyepakati perjanjian yang mengatur bagaimana Sudan Selatan akan membayar kepada Sudan biaya ekspor minyak mentah melalui pipa saluran dan fasilitas-fasilitas lain di wilayahnya.

Organisasi HAM Amnesty International hari Jumat meminta Sudan agar mengakhiri penindakan keras terhadap para demonstran dan wartawan yang meliput demonstrasi itu.
XS
SM
MD
LG