Tautan-tautan Akses

Bencana Kekeringan Ancam Kehidupan Anak-anak Korea Utara


Padi tumbuh dari sawah yang kering di Ryongchon-ri, Korea Utara (foto: dok).

Padi tumbuh dari sawah yang kering di Ryongchon-ri, Korea Utara (foto: dok).

Kekeringan parah yang melanda Korea Utara, membahayakan kehidupan anak-anak dan banyak di antara mereka berada dalam bahaya akibat kekurangan gizi dan terserang penyakit, demikian keterangan badan urusan anak-anak PBB, Rabu (8/7).

UNICEF dalam sebuah pernyataan mengatakan​ ada peningkatan tajam dalam kasus diare pada anak-anak di daerah yang dilanda kekeringan​, akibat sulitnya mendapatkan air minum yang bersih dan akses bagi sanitasi.​

"Kurangnya curah hujan mengurangi akses untuk mendapatkan air bersih dan sanitasi, membahayakan kehidupan anak-anak tersebut," kata Direktur Regional UNICEF Daniel Toole.

Korea Utara menyatakan negaranya mengalami kekeringan terburuk dalam satu abad, yang menghantam beberapa daerah pertanian utama.

Negara dengan anak-anak kekurangan gizi terbanyak ini - tak kurang dari satu di antara empat anak, berdasarkan survei tahun 2012 - menambah keprihatinan mengenai dampak kekeringan, ungkap USAID.

"Anak-anak ini sangat rentan, karena anak-anak yang kekurangan gizi kurang memiliki ketahanan terhadap penyakit yang dibawa oleh air dan (akibat) penyakit menular," kata lembaga itu.

Para ahli mengatakan meskipun menderita kekeringan yang parah, negara ini seharusnya dapat menyediakan kebutuhan penyangga untuk menghindari bahaya kelaparan, seperti yang pernah melanda negara ini pada tahun 1990-an.

XS
SM
MD
LG