Tautan-tautan Akses

Akibat Bencana, Turis dari Jepang Batalkan Liburan ke Bali


Dua turis Jepang berjalan di pinggiran pantai Kuta, Bali, usai berselancar (foto: dok).
Dua turis Jepang berjalan di pinggiran pantai Kuta, Bali, usai berselancar (foto: dok).

Akibat bencana gempa, tsunami dan krisis nuklir di Jepang, banyak warga mereka membatalkan kunjungan mereka ke Bali.

Dinas Pariwisata Bali melaporkan banyak wisatawan Jepang yang membatalkan kunjungan mereka ke Bali. Pasca-gempa dan tsunami di Jepang sebanyak 1.200 kamar hotel dibatalkan pemesananya oleh wisatawan Jepang. Kepala Dinas Pariwisata Bali Ida Bagus Subhiksu pada keterangannya di Denpasar, Selasa pagi, mengungkapkan bencana tsunami menyebabkan tingkat kunjungan wisatawan Jepang ke Bali semakin menurun secara drastis. Sebelumnya, akibat krisis ekonomi global, jumlah kunjungan wisatawan Jepang telah mulai secara signifikan, mencapai sekitar 20 persen.

"Kunjungan dari Jepang tahun 2008 turun terus, 2009 juga turun, 2010 juga turun dan sekarang ini turun 17 persen dibanding 2010 kemarin. Pembatalan penerbangan JAL juga jadi penyebabnya. Di samping itu, sekarang ada isu bencana ini," ujar Ida Bagus Subhiksu.

Ketua Bali Tourism Board (BTB) atau Badan Pariwisata Bali Ngurah Wijaya menyatakan penurunan wisatawan Jepang terlihat mulai tahun 2009, saat jumlah kunjungan turun dari 400.000 wisatawan menjadi sekitar 300.000 wisatawan pada 2010. Tahun ini, akibat bencana gempa dan tsunami, diprediksikan tingkat kunjungan wisatawan Jepang ke Bali akan mengalami penurunan hingga 25 persen.

"Potensi untuk berkurang ini akan berlanjut, karena memang mereka ada masalah dengan nuklir ini sekarang," ujar Ngurah Wijaya. "Mereka sendiri untuk menyelamatkan dirinya sudah setengah mati mereka pikirkan, masak mau liburan. Kita juga maklum."

Tapi, Ngurah Wijaya tetap optimis target kunjungan wisatawan ke Bali mencapai 2,6 juta wisatawan di akhir tahun ini akan tercapai, sebab walaupun kunjungan wisatawan Jepang menurun, tetapi terjadi peningkatan kunjungan wisatawan dari negara lain, seperti dari Tiongkok dan negara-negara Eropa.

Sementara itu, walaupun isu bom tengah marak akhir-akhir ini, Ngurah Wijaya menegaskan hingga saat ini belum ada laporan pembatalan kunjungan wisatawan akibat kekhawatiran akan bom.

XS
SM
MD
LG