Tautan-tautan Akses

Belum Terbukti, Perubahan Gaya Hidup Bisa Hindarkan Kepikunan


Hilangnya daya ingat menjadi gejala yang lazim seiring bertambahnya umur.

Hilangnya daya ingat menjadi gejala yang lazim seiring bertambahnya umur.

Sebuah studi baru gagal menunjukkan bukti yang meyakinkan bahwa perubahan gaya hidup dapat mencegah penurunan kognitif pada manula. Tapi, tentu ada alasan baik untuk membuat perubahan positif.

Seiring bertambahnya usia, Anda mungkin sering merasa sulit mengingat sesuatu yang sederhana, seperti nama dan tempat? Gejala ini lazim seiring dengan turunnya daya ingat kognitif yang membuat kita sulit mengingat informasi lama, maupun sesuatu yang baru.

Para peneliti telah meneliti dampak berbagai macam faktor untuk menemukan cara untuk menghindari kemerosotan ingatan tersebut. Mereka telah mempelajari dampak rokok, diet, permainan yang mengasah otak, olah raga dan strategi lainnya.

Para periset di Duke University menilik lebih 160 studi yang sudah dipublikasikan, namun tidak menemukan bukti yang kuat bahwa berbagai strategi strategi dapat memberi perubahan yang berarti.

Salah seorang penulis studi, James Burke, mengatakan mereka mendapati sebagian vitamin B, seperti asam folat, bermanfaat. Olah raga, pola makan dan stimulasi kognitif menunjukkan dampak positif, tapi tidak cukup kuat untuk dikukuhkan.

"Stimulasi kognitif adalah salah satu bidang yang bermanfaat. Jenis rangsangan yang digunakan tidak soal yang penting mengasah intelektual."

Tinjauan pakar ini juga mendapati bukti yang tidak cukup untuk merekomendasikan obat atau suplemen untuk mencegah dan atau memperlambat penurunan kemampuan kognitif.

Tapi, mengingat adanya dampak positif perubahan gaya hidup yang tidak terkait penurunan kemampuan kognitif, Burke memberikan beberapa saran.

"Saya rasa dengan menjalankan gaya hidup sehat, baik dari sudut pandang medis maupun gizi serta stimulasi kognitif, kita dapat mengurangi timbulnya penurunan kognitif, yang akan menjadi bukti bahwa faktor-faktor tersebut sebenarnya penting.”

Studi ini dimuat dalam edisi online Annals of Internal Medicine (VOA/Budi Setiawan).

XS
SM
MD
LG