Tautan-tautan Akses

Belasan Kandidat, Aktivis Tewas dalam Pemilu Lokal di Afrika Selatan


Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma ketika memberikan suara dalam pemilu di provinsi KwaZulu-Natal Mei tahun 2014 (foto: dok).

Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma ketika memberikan suara dalam pemilu di provinsi KwaZulu-Natal Mei tahun 2014 (foto: dok).

Menjelang pemungutan suara pemilu lokal di Afrika Selatan hari Rabu (3/8), lebih dari 12 aktivis dan kandidat partai tewas dibunuh.

Polisi nasional memutuskan bahwa masalah itu cukup serius sehingga ia membentuk satuan tugas untuk menyelidiki kematian-kematian itu, yang sebagian besar terjadi di provinsi KwaZulu-Natal.

Salah satu motif pembunuhan itu adalah peluang untuk memperoleh pekerjaan mapan sebagai anggota dewan penasehat di negara di mana lebih dari 25% warganya menganggur, demikian menurut Gareth Newham – ketua divisi pemerintahan, hukum dan kriminalitas di Institut Penelitian Keamanan (ISS).

“Orang-orang yang tadinya menganggur tiba-tiba dapat memiliki gaya hidup yang jauh lebih baik. Jadi ada kompetisi yang sangat sengit untuk memperebutkan posisi-posisi tersebut”, tambah Newham.

Seorang anggota dewan berpangkat rendah saja tahun lalu bisa memperoleh penghasilan sekitar 1.110 dolar per bulan. Jabatan itu juga disertai peluang untuk mengendalikan sumber daya dan bisnis lokal.

Faktor lain yang mendorong terjadinya pembunuhan baru-baru ini adalah impunitas terkait serangan-serangan seperti itu pada masa lalu.

Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma telah menyerukan agar pemilu lokal berlangsung damai, dan kampanye di banyak bagian negara itu berlangsung tenang. [em]

XS
SM
MD
LG