Tautan-tautan Akses

Belarus Eksekusi Dua Pengebom Bawah Tanah


Dmitry Konovalov (kiri) dan Vladislav Kovalev berdiri dalam kurungan selama persidangan di Minsk, Belarus. Keduanya dijatuhi hukuman mati atas serangan bom di stasiun kereta bawah tanah, April 2011 (Foto: dok).

Dmitry Konovalov (kiri) dan Vladislav Kovalev berdiri dalam kurungan selama persidangan di Minsk, Belarus. Keduanya dijatuhi hukuman mati atas serangan bom di stasiun kereta bawah tanah, April 2011 (Foto: dok).

Vladislav Kovalyov dan Dmitry Konovalov telah dijatuhi hukuman bulan November karena melakukan serangan bom stasiun kereta bawah tanah Minsk di Belarus.

Belarus telah mengeksekusi dua laki-laki karena melakukan serangan bom di stasiun kereta bawah tanah tahun 2011, meskipun ada berbagai protes dari kelompok HAM Eropa yang menyerukan pengadilan ulang.

Media berita Belarus hari Sabtu melaporkan Vladislav Kovalyov dan Dmitry Konovalov keduanya berusia 25 tahun, telah dieksekusi.

Kovalyov dan Konovalov dijatuhi hukuman bulan November karena melakukan serangan bom di stasiun kereta bawah tanah Minsk. Ledakan 11 April itu menewaskan 15 orang dan melukai 100 lainnya.

Presiden Alexander Lukashenko menolak mengampuni kedua pria itu karena beratnya kejahatan yang mereka lakukan.

Belarus adalah satu-satunya negara Eropa yang masih memberlakukan hukuman mati. Para pemimpin Eropa dan kelompok-kelompok HAM mendesak Belarus agar tidak melaksanakan hukuman mati terhadap kedua pekerja pabrik itu dan mengecam eksekusi itu.

Kepala urusan luar negeri Uni Eropa, Catherine Ashton hari Sabtu (17/8) mengatakan kedua orang yang dituduh itu tidak mendapat perlakukan sebagaimana mestinya, termasuk hak untuk membela diri.

XS
SM
MD
LG