Tautan-tautan Akses

Belarus Bebaskan Enam Tahanan Politik


Seorang mantan kandidat presiden oposisi Mikola Statkevich (tengah) bertemu dengan para pendukungnya di sebuah stasiun bis setelah dibebaskan dari penjara, Minsk, Belarus, 22 Agustus 2015.

Seorang mantan kandidat presiden oposisi Mikola Statkevich (tengah) bertemu dengan para pendukungnya di sebuah stasiun bis setelah dibebaskan dari penjara, Minsk, Belarus, 22 Agustus 2015.

Alexander Lukashenko, Presiden Belarus yang otoriter telah membebaskan enam tahanan politik, termasuk seorang mantan calon presiden untuk menarik simpati pihak Barat.

Kantor Lukashenko hari Sabtu (22/8) merilis pernyataan yang menyebut pengampunan itu tindakan kemanusiaan.

Mereka yang dibebaskan termasuk Mikola Statkevich yang mencalonkan diri menjadi presiden pada pemilu tahun 2010. Ia dijatuhi hukuman enam tahun penjara atas tuduhan menyelenggarakan demonstrasi di jalan-jalan untuk menentang pemilu yang dikecam pihak oposisi dan Barat telah dicurangi.

Uni Eropa sebelumnya menuntut pembebasan Statkevich.

Amerika sebelumnya menyebut Lukashenko sebagai “diktator terakhir di Eropa” karena memerintah dengan tangan besi, menekan kebebasan berpendapat dan kurang toleransi terhadap pembangkang.

Ia menghadapi pemilihan kembali untuk masa jabatan kelima pada bulan Oktober mendatang dan tidak diragukan akan menang.

Tapi dengan perekonomian Belarus yang terpuruk dan hubungan dengan Rusia makin dingin, Lukashenko melakukan upaya-upaya yang tampak ingin mendekatkan dirinya dengan pihak Barat. Ia menjadi tuan rumah pembicaraan damai antara Ukraina dan separatis yang didukung Rusia di Ukraina serta menghadiri KTT kemitraan Uni Eropa di Latvia bulan Mei lalu.

XS
SM
MD
LG