Tautan-tautan Akses

Strategi Van Gaal Dipuji, Belanda Permalukan Spanyol 5-1


Robin van Persie merayakan gol dengan pelatih Belanda Louis van Gaal di Salvador, Brazil (13/6).

Robin van Persie merayakan gol dengan pelatih Belanda Louis van Gaal di Salvador, Brazil (13/6).

Tim Oranye Belanda berhasil mempermalukan juara bertahan Piala Dunia 2010, tim matador Spanyol dengan skor 5-1 pada pertandingan di Grup B hari Jumat (13/6).

Pelatih timnas Belanda, Louis van Gaal, dikritik sebelum Piala Dunia karena dinilai menerapkan strategi yang terlalu defensif bagi warga Belanda yang mencintai permainan menyerang. Namun, keputusannya untuk menurunkan ke lapangan lima pemain dengan spesialisasi pertahanan melawan Spanyol, terbukti sebuah strategi yang sangat jitu.

Tim Oranye berhasil mempermalukan juara bertahan Piala Dunia 2010 dengan skor 5-1 hari Jumat (13/6) dalam pertandingan di Grup B.

"Jika Anda melihat bagaimana ia (van Gaal) mempersiapkan tim, dan bagaimana ia memperkirakan pertandingan ini akan berlangsung, dan Anda melihat bagaimana (perkiraannya) itu benar-benar terjadi, sungguh luar biasa," kata gelandang Belanda Robin van Persie yang bermain gemilang dengan mencetak dua gol: pertama melalui sundulan untuk menyamakan kedudukan 1-1 sebelum turun minum setelah sebelumnya tim Belanda ketinggalan 0-1, dan kemudian mencetak gol ke-4 Belanda pada menit ke-72.

Skor 1-5 merupakan lekalahan terburuk yang dialami timnas Spanyol dalam 64 tahun terakhir, sejak kekalahan 1-6 dari tim tuan rumah Brazil pada tahun 1950.

Prestasi tim Belanda yang mengejutkan atas juara bertahan Spanyol, juga menjawab mengapa klub Liga Premier Manchester United begitu tertarik untuk menandatangani Van Gaal guna membangun kembali reputasi MU yang sedang terpuruk. Van Gaal akan mulai menjadi manajer baru MU setelah tim Oranye usai bermain di Piala Dunia.

Pelatih Belanda berusia 62 tahun memiliki sejarah berhasil mengkombinasikan tim yang terdiri dari pemain-pemain muda dan pemain berpengalaman, termasuk membawa klub Ajax Amsterdam meraih gelar Liga Champions pada tahun 1995.

Van Gaal sedang berusaha untuk membuat timnas Belanda menjadi juara dunia untuk pertama kalinya setelah selalu kalah dalam tiga final - termasuk empat tahun lalu ketika gol Andres Iniesta pada babak perpanjangan waktu membawa tim Spanyol meraih Piala Dunia untuk pertama kalinya. Dengan demikian, kemenangan atas timnas Spanyol kali ini merupakan pembalasan atas kekalahan di Afrika 4 tahun lalu.

"Mereka lebih baik dari kami di babak kedua, Anda harus mengakuinya," kata pelatih Spanyol Vicente Del Bosque. "Ini adalah saat yang sulit bagi kami. Kita perlu mencari solusinya sekarang."

Pada babak pertama tim Spanyol menunjukkan permainan yang tajam dengan umpan-umpan dan kontrol bola terarah, serta gaya "tiki-taka", yang menghasilkan gol lebih dulu lewat tendangan Xabi Alonso pada menit ke-27. Tetapi sundulan kepala Van Persie (menit ke-44) satu menit menjelang turun minum yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1 tampaknya meruntuhkan permainan Spanyol dan memberi semangat baru pada tim Oranye. Robin van Persie (depan) merayakan gol keduanya ke gawang Spanyol bersama Arjen Robben yang juga mencetak dua gol, Jumat (13/6).

Robin van Persie (depan) merayakan gol keduanya ke gawang Spanyol bersama Arjen Robben yang juga mencetak dua gol, Jumat (13/6).

Di babak kedua, pertahanan tim Spanyol yang biasanya kokoh hancur menghadapi gelombang demi gelombang serangan Belanda, dan keteteran dalam menghalau umpan-umpan panjang dari pemain Belanda. Ke-4 gol Belanda pada babak kedua, masing-masing dicetak oleh Arjen Robben (menit 53 dan menit ke-80), Stefan de Vrij (menit 64), serta gol kedua Robin van Persie (menit 72).

Kiper veteran Spanyol, Iker Casillas mengakui kesalahan karena tidak bermain baik dalam pertandingan itu. "Itu bukan salah satu permainan terbaik saya, (jadi) saya siap menerima semua kritik."

"Luar biasa," kata Van Persie usai memastikan kemenangan tim Oranye. "Untuk seluruh Belanda, ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan."

Pertandingan lainnya di Grup B hari Jumat (13/6), Chile berhasil mengalahkan Australia 3-1, sehingga menempatkan Spanyol pada posisi terbawah di Grup B.

Dengan kekalahan telak ini, Spanyol, yang memenangkan dua terakhir Kejuaraan Eropa 2012 dan Piala Dunia 2010, harus mengalahkan Chile dan Australia untuk lolos ke babak berikutnya, di mana kemungkinan akan bertemu dengan favorit Brazil yang memimpin di Grup A.

Sementara di Grup A, Meksiko mengandaskan Kamerun 1-0 pada menit ke-61 melaluii gol Oribe Peralta sehingga menempatkan Meksiko berada di tempat kedua Grup A di belakang Brazil yang mengalahkan Kroasia 3-1 pada pertandingan pembuka, Kamis (12/6).

(Sumber: AP).

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG