Tautan-tautan Akses

AS

Bekas Tetangga Penembak di California Didakwa Bantu Teroris


Berbagai senjata yang digunakan oleh suami-istri pelaku penembakan massal di San Bernardino, California (foto: dok). Enrique Marquez - pria yang membeli senjata - didakwa bersekongkol untuk memberikan dukungan materiil kepada teroris.

Berbagai senjata yang digunakan oleh suami-istri pelaku penembakan massal di San Bernardino, California (foto: dok). Enrique Marquez - pria yang membeli senjata - didakwa bersekongkol untuk memberikan dukungan materiil kepada teroris.

Enrique Marquez, pria yang membeli senjata yang dipakai untuk melakukan penembakan massal di California 2 Desember lalu, didakwa bersekongkol untuk memberikan dukungan materiil kepada teroris.

Seorang mantan tetangga, yang dituduh memasok senapan serbu untuk pasangan suami-istri yang membantai 14 orang di San Bernardino, California, tampil di pengadilan hari Kamis (17/12). Enrique Marquez dikenai dakwaan bersekongkol untuk memberikan dukungan materiil kepada teroris.

Enrique Marquez, 24 tahun adalah teman dari Syed Rizwan Farook, pria yang melakukan penembakan massal yang terinspirasi oleh ISIS pada 2 Desember lalu bersama istrinya, Tashfeen Malik. Marquez juga mengatakan kepada para penyidik bahwa ia dan Farook sebelumnya pernah merencanakan serangan massal, kata jaksa.

Jaksa AS, Eileen Decker mengatakan bahwa kedua pria tersebut berkonspirasi untuk melakukan serangan ganas terhadap beberapa sasaran, termasuk sebuah perguruan tinggi di California dan serangan di jalan tol negara bagian California, pada saat jam sibuk.

"Meskipun rencana ini tidak jadi dilakukan, tindakan kriminal oleh Marquez sangat berpengaruh terhadap (insiden di) San Bernardino ... dan seluruh Amerika Serikat."

"Senjata yang dibeli oleh Marquez telah digunakan untuk membunuh 14 orang tak bersalah dan melukai banyak orang lainnya," kata jaksa Decker dalam sebuah pernyataan tertulis.

Namun, Decker mengatakan tidak ada bukti bahwa Marquez terlibat dalam serangan teror 2 Desember lalu, atau telah mengetahui sebelumnya rencana itu.

Sidang pendahuluan terhadap Marquez dijadwalkan berlangsung pada 4 Januari 2016 mendatang, di mana ia menghadapi ancaman hukuman hingga 35 tahun penjara jika terbukti bersalah atas tiga dakwaan.

Menurut surat pernyataan Biro Penyelidik Federal AS (FBI), kedua pria tersebut bertemu pertama kali pada tahun 2005 ketika Marquez menjadi tetangga Farook di kota Riverside, negara bagian California.

Jaksa mengatakan bahwa Farook-lah yang memperkenalkan Marquez kepada ideologi Islam radikal. Pada tahun 2011, tambah jaksa, Marquez menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah Farook untuk mendengarkan berbagai ceramah dan menonton video yang berisi (ajaran) ekstrimis.

Jaksa penuntut mengatakan bahwa kedua sahabat ini membeli berbagai senjata, amunisi dan peralatan taktis.

Marquez memberikan keterangan kepada para penyidik bahwa ia setuju untuk membeli senjata, karena "penampilannya yang seperti pria kulit putih," sementara Farook, anak imigran Pakistan, "tampak seperti (pria) Timur Tengah."

Biro Penyelidik Federal AS (FBI) menggerebek rumah Enrique Marquez di California (foto: dok).

Biro Penyelidik Federal AS (FBI) menggerebek rumah Enrique Marquez di California (foto: dok).

FBI yang memperlakukan serangan di Bernardino, California sebagai aksi terorisme, menggerebek rumah Marquez dan menanyainya selama beberapa hari. Sebuah sumber mengatakan bahwa Marquez bersedia bekerjasama selama FBI melakukan interogasi terhadap dirinya.

FBI mengatakan bahwa suami istri Farook dan Malik adalah pendukung kelompok militan ISIS, dan mereka berdua telah membahas niat untuk meninggal sebagai martir (mati syahid) lewat internet, bahkan sebelum mereka bertemu langsung. [pp/dw]

XS
SM
MD
LG