Tautan-tautan Akses

Beijing Berlakukan Siaga Oranye Terkait Polusi Udara


Polusi di Beijing, China (foto: dok). Pihak berwenang Beijing mengeluarkan peringatan "siaga oranye" terkait polusi di kota tersebut, Rabu (16/11),

Polusi di Beijing, China (foto: dok). Pihak berwenang Beijing mengeluarkan peringatan "siaga oranye" terkait polusi di kota tersebut, Rabu (16/11),

Taman kanak-kanak dan sekolah dasar dianjurkan untuk membatalkan aktivitas di tempat terbuka. Tidak ada peringatan dikeluarkan untuk sekolah-sekolah menengah di Beijing, yang saat ini memang sedang bersiap melangsungkan ujian dalam ruangan.

Pihak berwenang di Beijing, Rabu (16/11), memperingatkan mengenai polusi hebat yang masih berlangsung hingga pekan ini, dan mendesak sekolah-sekolah untuk menghentikan segala aktivitas di tempat terbuka dan menunda untuk sementara proyek-proyek konstruksi.

Peringatan itu muncul dalam bentuk siaga oranye, kedua tertinggi dalam sistem peringatan bahaya udara empat peringkat. Peringatan siaga itu menegaskan akan adanya tiga hari berasap secara berturutan, mulai Kamis, pada tingkat yang berbahaya. Siaga merah atau peringatan tertinggi, biasanya dikeluarkan bila ramalan cuaca menunjukkan hari berasap lebih dari tiga hari.

Taman kanak-kanak dan sekolah dasar dianjurkan untuk membatalkan aktivitas di tempat terbuka. Tidak ada peringatan dikeluarkan untuk sekolah-sekolah menengah di Beijing, yang saat ini memang sedang bersiap melangsungkan ujian dalam ruangan.

Dilancarkan tiga tahun lalu di tengah-tengah meningkatnya keprihatinan masyarakat, sistem peringatakan itu merupakan sebuah cara yang dilakukan pihak berwenang untuk membersikan udara di China yang kotor setelah puluhan tahun mengalami pertumbuhan ekonomiyang memicu pembangunan ratusan instalasi listrik tenaga batubara dan kepemilikan kendaraan bermotor.

Pihak berwenang di Beijing mengatakan, mereka mencapai kemajuan. Para pejabat lingkungan di kota itu mengatakan, Senin, indikator utama kualitas udara yang buruk mengalami penurunan cukup berarti pada 10 bulan pertama program itu digelar.

Juga hari Senin, organisasi lingkungan Greenpeacecabang Asia Timur melaporkan, tingkat arsenik, timbal dan kadmium pada partikel padat PM2.5 telah menurun secara cepat sejak 2013. [ab/as]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG