Tautan-tautan Akses

Beijing: Kapal yang Ditahan Indonesia Beroperasi Secara Legal


Sebuah helikopter mendarat di atas geladak kapal KRI Banda Aceh,di Laut Jawa (Foto: dok). Angkatan Laut Indonesia menangkap kapal China, Gui Bei Yu, di perairan dekat kepulauan Natura, Jumat (27/5) karena diduga melakukan penangkapan ikan secara illegal.

Sebuah helikopter mendarat di atas geladak kapal KRI Banda Aceh,di Laut Jawa (Foto: dok). Angkatan Laut Indonesia menangkap kapal China, Gui Bei Yu, di perairan dekat kepulauan Natura, Jumat (27/5) karena diduga melakukan penangkapan ikan secara illegal.

Menurut AFP, Achmad Taufiqoerrochman, komandan Armada Barat Indonesia, mengatakan kapal China tersebut , Gui Bei Yu, dicurigai telah melakukan penangkapan ikan secara illegal karena ditemukannya hasil tangkapan di dalam kapal itu.

Beijing berkeras, Senin (30/5) kapal China yang ditahan dekat kepulauan Indonesia menangkap ikan secara legal, dalam peningkatan baru ketegangan antara kedua negara di Laut China Selatan. Demikian laporan kantor berita Perancis AFP.

Angkatan Laut Indonesia menangkap kapal China itu di perairan dekat kepulauan Natuna hari Jumat karena diduga melakukan penangkapan ikan secara illegal, kata militer. Kapal itu ditarik ke pantai dan delapan orang awak kapal tersebut telah ditahan.

Juru bicara kementerian luar negeri China, Hua Chunying, berkeras kapal yang ditahan itu beroperasi secara legal. “Nelayan China itu melakukan operasi penangkapan ikan secara normal di perairan yang relevan,” katanya dalam jumpa pers.

“Kami telah menyatakan sikap yang teguh kepada Indonesia mengenai hal ini.”

Menurut AFP, Achmad Taufiqoerrochman, komandan Armada Barat Indonesia, mengatakan kapal China tersebut , Gui Bei Yu, dicurigai telah melakukan penangkapan ikan secara illegal karena ditemukannya hasil tangkapan di dalam kapal itu. Militer mengatakan kapal tersebut ditahan dalam “zona ekonomi eksklusif” Indonesia, perairan di mana satu negara mempunyai hak tunggal untuk memperoleh sumberdayanya.

Penahanan kapal itu menunjukkan Indonesia “akan menegakkan hukum terhadap kapal-kapal yang melakukan pelanggaran dalam yurisdiksi Indonesia,” tambahnya.

Perselisihan paling serius belakangan ini antara Jakarta dan Beijing terjadi burlan Maret ketika pengawal pantai China menabrak sebuah kapal China yang ditahan dekat Natuna dan membantunya lolos ketika Indonesia menarik kapal itu ke pantai. [gp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG