Tautan-tautan Akses

Beberapa Perusahaan AS Masih Bisa Berbisnis dengan Negara-Negara dalam Daftar Hitam


Pepsi termasuk salah satu perusahaan yang menikmati keuntungan masih bisa berbisnis dengan Iran.

Pepsi termasuk salah satu perusahaan yang menikmati keuntungan masih bisa berbisnis dengan Iran.

Perusahaan seperti Kraft Food dan Pepsi, dan sejumlah bank besar AS mendapat keuntungan dari pengecualian peraturan sanksi AS itu.

New York Times melaporkan, Departemen Keuangan Amerika telah memberikan 10 ribu pengecualian kepada perusahan-perusahaan Amerika selama 10 tahun terakhir sehingga mereka dapat menjalin bisnis dengan Iran dan negara-negara lain yang masuk dalam daftar hitam pemerintah Amerika karena menjadi pendukung terorisme.

Dalam sebuah laporan yang diposkan di situsnya, surat kabar itu mengatakan perusahaan-perusahaan seperti Kraft Food dan Pepsi, dan sejumlah bank besar Amerika mendapatkan keuntungan dari pengecualian atas peraturan sanksi Amerika itu.

Kebanyakan lisensi diberikan berdasarkan sebuah undang-undang tahun 2000 yang memungkinkan barang-barang pertanian dan medis untuk kepentingan kemanusiaan mendapat pengecualian sanksi. Produk-produk yang dibebaskan dari sanksi itu termasuk rokok dan permen karet.

Laporan dari suratkabar itu tidak menyiratkan adanya aktivitas ilegal yang dilakukan pejabat Amerika atau personil perusahaan.

Investigasi New York Times selama tiga tahun itu mengatakan, beberapa perusahaan Amerika berurusan dengan perusahaan-perusahaan Iran yang dicurigai terlibat aksi terorisme atau proliferasi senjata. Pengecualian itu juga diberikan kepada perusahaan-perusahaan terlarang dari negara lain, termasuk Korea Utara dan Tiongkok.

XS
SM
MD
LG