Tautan-tautan Akses

AS

Beberapa Analis Prihatin Unjuk Kekuatan Militer AS di Korea


Sebuah helikopter Amerika bersiap melakukan pendaratan seusai upacara resmi kedatangan batalion khusus Amerika di Uijeoungbu, Korea Selatan (4/4).

Sebuah helikopter Amerika bersiap melakukan pendaratan seusai upacara resmi kedatangan batalion khusus Amerika di Uijeoungbu, Korea Selatan (4/4).

Beberapa analis prihatin bahwa unjuk kekuatan Amerika yang sangat menyolok di semenanjung Korea belakangan ini justru akan memprovokasi Korea Utara.

Amerika telah menggunakan pesawat pembom siluman dan pesawat tempurnya yang tercanggih dalam latihan militer tahunan dengan Korea Selatan yang dipublikasi secara luas dalam beberapa minggu ini. Amerika juga memperluas sistem pertahanan misil di kawasan itu dan memindahkan dua kapal perusak peluru kendali lebih dekat ke pantai Korea Selatan.

Washington mengatakan gerakannya adalah untuk pertahanan, yang dimaksudkan untuk menegaskan bahwa Amerika akan menanggapi segera kalau Korea Utara melaksanakan ancamannya belakangan ini terhadap Amerika, Korea Selatan dan sekutu-sekutu lain Amerika di kawasan itu.

Tetapi, beberapa analis yakin pamer keunggulan besar militer Amerika mungkin bahkan akan memperkuat keyakinan Pyongyang sejak lama, bahwa Washington bersiap-siap untuk menyerbu Utara.

Remco Breuker adalah profesor pengkajian Korea di Universitas Leiden, Belanda. Ia mengatakan diplomasi dan dialog adalah cara yang paling baik menghadapi Korea Utara. Ia menyebut contoh persetujuan tahun 1994 antara mendiang pemimpin Korea Utara Kim Il Sung dan mantan Presiden Amerika Jimmy Carter, dimana perang berhasil dihindarkan ketika Pyongyang setuju membekukan usaha pengembangan nuklirnya.

Analis Belanda itu mengatakan unjuk kekuatan militer Amerika saat ini kemungkinan justru meyakinkan Pyongyang bahwa senjata nuklir sangat penting untuk keselamatannya. Sebagai buktinya, ia menunjuk pada pengumuman Korea Utara pekan ini bahwa Korea Utara akan memulai kembali operasi di sebuah reaktor nuklir yang telah ditutup beberapa tahun yang lalu.

Tetapi, Daniel Pinkston dari Kelompok Krisis Internasional di Seoul membantah skeptisime Breuker. Pinkston mengatakan Korea Utara biasanya mengalah ketika Amerika menunjukkan kekuatan militernya. Dan ia mengatakan Korea Utara lebih mungkin menyerang kalau negara itu mendeteksi kelemahan.
XS
SM
MD
LG