Tautan-tautan Akses

Bayi Palestina Korban Termuda Bentrokan Palestina-Israel


Para pemuda Palestina bersenjatakan batu dan ketapel bentrok dengan pasukan keamanan Israel di kota Hebron, Tepi Barat, Kamis (29/10).

Para pemuda Palestina bersenjatakan batu dan ketapel bentrok dengan pasukan keamanan Israel di kota Hebron, Tepi Barat, Kamis (29/10).

Ramadan Thawabteh (8 bulan) tewas setelah menderita sesak nafas akibat gas air-mata yang ditembakkan oleh tentara Israel, dalam protes warga Palestina di Bethlehem, Tepi Barat, hari Jumat (30/10).

Seorang bayi Palestina telah menjadi korban tewas termuda dalam gelombang kekerasan Israel-Palestina yang sekarang.

Pihak berwenang Palestina mengatakan Ramadan Thawabteh yang berusia 8 bulan tewas setelah menderita sesak nafas akibat gas air-mata yang ditembakkan oleh tentara Israel dalam protes Palestina di Bethlehem hari Jumat (30/10).

Tidak jelas apakah tabung gas air mata itu ditembakkan langsung ke rumahnya atau apakah gas itu masuk dari luar rumah.

Para demonstran Palestina bentrok dengan polisi Israel di luar Ramallah hari Jumat dan polisi menembakkan peluru karet dan gas air mata terhadap ratusan pemuda yang membakar ban dan melemparkan batu dan bom api dalam protes terpisah di Hebron.

Sebelumnya hari Jumat, seorang Palestina tewas dan seorang lagi luka-luka dalam serangan pisau terhadap polisi Israel dekat Hebron. Pasukan keamanan juga menembak mati seorang Palestina yang menikam dan melukai seorang pria Amerika dekat stasiun kereta api Yerusalem.

Desas-desus bahwa Israel berencana mengambil-alih tempat suci yang dihormati Muslim dan Yahudi di Yerusalem timur telah menjadi pangkal kekerasan selama sebulan yang telah menewaskan 11 orang Israel dan 65 orang Palestina. Sebagian besar orang Palestina itu tewas ketika menyerang atau berusaha menikam atau menembak sipil, polisi, atau tentara Israel.

Israel telah dengan tetap membantah desas-desus mengenai tempat suci itu dan menuduh para pemimpin Palestina menghasut kaum muda untuk melakukan kekerasan.

Para pejabat Palestina mendesak Mahkamah Pidana Internasional agar menyelidiki tuduhan mengenai apa yang mereka sebut “kejahatan perang Israel” dan penggunaan berlebihan pasukan terhadap kaum sipil – tuduhan yang dibantah keras oleh Israel.

Banyak orang Palestina sudah muak oleh kecilnya kesempatan ekonomi, suramnya prospek perdamaian, dan kegiatan pemukiman Yahudi di tanah yang mereka kehendaki untuk negara masa depan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengatakan ia bersedia berbicara dengan Palestina. Tetapi, ia mengatakan tidak ada perdamaian sebelum Palestina mengakui hak Israel untuk berdiri. [gp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG