Tautan-tautan Akses

Batubara Digantikan Energi Ramah Lingkungan di AS


Pembangkit tenaga listrik Buck Combined Cycle milik Duke Energy, di latar depan, mengandalkan energi bersih ketimbang fasilitas berbahan bakar batu bara, di larta belakang. Rowan County, North Carolina (foto: N. Yaqub/VOA)

Pembangkit tenaga listrik Buck Combined Cycle milik Duke Energy, di latar depan, mengandalkan energi bersih ketimbang fasilitas berbahan bakar batu bara, di larta belakang. Rowan County, North Carolina (foto: N. Yaqub/VOA)

Duke Energy telah menggantikan fasilitas pembangkit listrik bertenaga batu bara dengan fasilitas berbahan bakar gas alam demi mempertahankan kelestarian lingkungan.

Burung gagak terbang di atas gedung batu bata luas yang telah ditinggalkan dengan dengan cerobong asap yang menjulang yang dahulunya mengepulkan asap siang dan malam.

Di saat kejayaannya, pembangkit listrik bertenaga batu bara menghasilkan listrik sebesar 370 megawatt dengan setiap megawatt nya mampu untuk menerangi seribu rumah. Namun unit pembangkit batu baranya ditutup beberapa tahun yang lalu. Tumpukan batubara sudah lama lenyap.

Di seluruh komplek pembangkit listrik yang ada di negara bagian mid-Atlantik, tiga mesin turbin yang berisik mengolah gas alam yang dapat memproduksi listrik 620 megawatt. Pembangkit Listrik Buck Combined Cycle terletak di tepi Sungai Yadkin – dan di antara gelombang perubahan di industri energi.

Kedua pembangkit tersebut dimiliki Duke Energy, sebuah korporasi yang memiliki perusahaan di AS dan Amerika Latin.

Meningkatnya Permintaan

Seperti industri energi AS lainnya, perusahaan ini merespon peningkatan permintaan akan energi bersih dan pembatasan yang lebih ketat terkait emosi karbon. Perusahaan Amerika dipaksa untuk mengurangi ketergantungan mereka pada batubara guna pemanfaatan sumber-sumber energi yang lebih bersih.

Bill Wilson, seorang insinyur senior di Buck Combined Station, mengatakan Duke tidak lagi menggunakan setengah dari fasilitasnya yang berbahan bakar batu bara baru-baru ini dan menggantinya dengan fasilitas berbahan bakar gas alam seperti ini.

“Oleh karena harga gas alam saat ini, biayanya jauh lebih murah,” jelasnya. “Jadi dengan perhitungan per megawatt, lebih murah mengoperasikan pembangkit berbahan bakar gas alam ketimbang batu bara.”

Biayanya antara $15.30 dan $17.30 per megawatt (MWh) untuk gas alam, sedangkan biaya batubara sekitar $28 per MWh, ujar wanita jurubicara Duke Energy, Tammie McGee. “Jadi, dengan kondisi pasar saat ini, pembangkit berbahan bakar gas alam berbiaya lebih rendah dan memberi penghematan lebih besar kepada para pelanggan kami,” imbuhnya.

Duke Energy berencana untuk menghapuskan sebagian besar pembangkit berbahan bakar batu bara di AS dalam beberapa dekade ke depan. American Electric Power mengganti Pembangkit Listrik Clinch River di Virginia dari batubara ke gas alam, sehingga membuat fasilitas pengangkut batubaranya tidak lagi terpakai. [ww]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG