Tautan-tautan Akses

Batalnya Pertemuan Obama dengan Putin, Teguran Tajam bagi Rusia

  • Dan Robinson

Presiden Barack Obama saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada KTT G8 bulan Juni lalu di Irlandia Utara.

Presiden Barack Obama saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada KTT G8 bulan Juni lalu di Irlandia Utara.

Teguran diplomatik tajam terhadap Presiden Vladimir Putin tersebut manandai kemunduran hubungan bilateral kedua negara.

Bagi presiden Amerika yang tadinya berniat menjadikan hubungan bilateral kedua negara kebijakan luarnegerinya yang utama serta akan “menata kembali” hubungan itu, teguran diplomatik tajam terhadap Presiden Vladimir Putin merupakan kemunduran dan berdampak kuat pada hubungan bilateral kedua negara secara keseluruhan.

Dalam pernyataannya Gedung Putih mengatakan setelah dilakukan “kajian ulang yang hati-hati”, diperoleh temuan bahwa “kemajuan dicapai baru-baru ini tidak memadai” dalam agenda bilateral untuk bisa ditampung dalam KTT pada awal September nanti.

Pernyataan itu mencatat beberapa bidang penting dimana Washington dan Moskow sudah bekerjasama, termasuk Kesepakatan Pengurangan Senjata Nuklir (START) yang baru, isu Afghanistan, Iran dan Korea Utara.

Tetapi mengingat kurangnya kemajuan dalam bidang-bidang lain seperti pertahanan misil dan pengawasan senjata, hubungan perdagangan, isu keamanan global dan HAM,maka “akan lebih konstruktif untuk menunda pertemuan” tersebut.

Tetapi isu terbesar baru-baru ini dalam hubungan Amerika dan Rusia adalah keputusan Rusia untuk memberi suaka sementara kepada Edward Snowden, mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional Amerika (NSA) yang membocorkan rincian program pengintaian yang dilakukan Amerika.

Presiden Vladimir Putih menolak permintaan Amerika untuk mengusir Snowden agar bisa diadili atas tuduhan spionase di Amerika.

Pernyataan Gedung Putih menyebut isu itu sebagai “faktor” yang dipertimbangkan dalam menilai kondisi hubungan bilateral saat ini.

Ketika tampil di acara “The Tonight Show with Jay Leno” di saluran televisi NBC Selasa malam, Presiden Obama mengatakan ia “kecewa” ketika Rusia memberi suaka kepada Snowden, dengan mengatakan hal ini menunjukkan adanya beberapa “masalah yang mendasar” dengan Moskow.

Presiden Obama menyebut ada kerjasama kontra-terorisme dengan Rusia, termasuk setelah peledakan di Boston, dan jalur pasokan bagi pasukan Amerika di Afghanistan. Tetapi ia mengatakan ada saat-saat dimana Rusia kembali ke “pola pikir dan mentalitas Perang Dingin”.

Gedung Putih mengeluarkan pernyataan terpisah hari Rabu dengan mengatakan Presiden Obama akan berkunjung ke Swedia sebelum KTT G20 di St. Petersbug, yang masih akan ia hadiri.

Selagi dampak penundaan pertemuan kedua pemimpin terhadap hubungan kedua negara itu dikaji, perundingan antara Menteri Luar Negeri John Kerry dan Menteri Pertahanan Chuck Hagel dengan rekan-rekan setaranya dari Rusia yang sudah direncanakan sebelumnya , akan tetap dilaksanakan di Washington..

Gedung Putih mengatakan pertemuan-pertemuan itu akan mengkaji bagaimana kedua pihak bisa “membuat kemajuan seputar berbagai isu” terkait hubungan bilateral tersebut.

Suriah menjadi salah satu isu utama dimana ada perbedaan pendapat Amerika dan Rusia. Rusia tetap mendukung Presiden Bashar al-Assad yang sedang memerangi para pemberontak. Sementara Amerika menyediakan senjata dan dukungan lain bagi para pemberontak.
XS
SM
MD
LG