Tautan-tautan Akses

Basarnas: Pencarian Korban AirAsia Tidak Berhenti

  • Fathiyah Wardah

Tentara Indonesia dan personel penyelamatan memasukkan peti jenazah korban AirAsia bernomor penerbangan QZ8501 ke dalam kargo pesawat Trigana di pangkalan udara Iskandar, Pangkalan Bun (27/1). (Reuters/Beawiharta)

Tentara Indonesia dan personel penyelamatan memasukkan peti jenazah korban AirAsia bernomor penerbangan QZ8501 ke dalam kargo pesawat Trigana di pangkalan udara Iskandar, Pangkalan Bun (27/1). (Reuters/Beawiharta)

Basarnas memastikan pencarian korban pesawat AirAsia QZ8501 akan terus dilanjutkan meski ada jeda dua hari untuk timnya yang telah sebulan melakukan pencairan.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (27/1), memastikan proses pencarian korban pesawat AirAsia QZ8501 akan tetap terus dilanjutkan meski pasukan TNI telah ditarik dari lokasi pencarian pesawat.

Sebelum pencarian dilanjutkan, kata Bambang, ia akan memberikan jeda dua hari terlebih dahulu untuk timnya beristirahat karena telah melakukan pencarian selama sebulan.

Selain itu, tambahnya, jeda dua hari itu juga bertujuan agar kapal-kapal Basarnas yang telah melakukan pencarian selama sebulan terakhir, dapat mengisi logistik kapal, bahan bakar dan keperluan lain.

Menurutnya, pencarian korban pesawat Air Asia QZ 8501 akan mulai dilanjutkan selambatnya mulai Sabtu. Dia mengatakan langkah selanjutnya akan dilakukan berdasarkan hasil operasi selama tujuh hari itu.

Dalam operasi beberapa hari mendatang, kata Bambang, fokus pencarian akan dititikberatkan pada 25 mil laut persegi di sembilan titik koordinat yang sudah dideteksi. Titik-titik lain di area prioritas amat mungkin ditambah, ujarnya.

Tim masih akan mencari 92 orang korban pesawat AirAsia yang belum ditemukan, tambahnya.

Hingga saat ini tim SAR gabungan TNI dan Basarnas berhasil mengevakuasi 70 penumpang.

"Kemarin unsur TNI kembali ke homebase, beberapa kapal kembali ke Jakarta, kapal Basarnas kembali ke pantai Teluk Puma. Saya berikan jeda dua hari bukan berhenti operasinya tetapi untuk anak buah kita sudah satu bulan mereka melakukan tugas di laut dan perlu beristirahat kembali ke daratan," ujarnya.

Lebih lanjut, Bambang menegaskan, penarikan pasukan TNI dari misi area pencarian tidak mengurangi kekuatan Basarnas. Basarnas masih memiliki kekuatan yang cukup untuk mencari korban yang hingga saat ini belum ditemukan, ujarnya.

Basarnas akan menggunakan dua helikopter dan satu pesawat bantuan AirAsia, serta mengerahkan empat kapal dan dua kapal bantuan dari pemerintah Kotawaringin Barat lengkap dengan tim penyelam tradisional, ujarnya.

Adapun dari unsur penyelam, Basarnas memiliki 25 penyelam dari Basarnas Special Group, 20 penyelam dari SKK Migas, 15 penyelam tradisional dari Kotawaringin Barat, dan 8 ahli penyelamatan dari Batam beserta perlengkapan, ujar Bambang.

"Masih ada dugaan-dugaan untuk memperkuat optimisme kita melakukan tugas operasi yaitu mencari dan mengkonfirm kembali pada sembilan titik itu utamanya adalah untuk mencari korban," ujarnya.

Di tempat yang sama, perwakilan keluarga korban pesawat AirAsia QZ8501 mengucapkan terima kasih kepada Badan SAR Nasional setelah Basarnas memutuskan tetap melanjutkan proses pencarian dan pertolongan korban meski unsur dari TNI sudah menarik diri dari proses tersebut.

Lukas Joko, salah satu keluarga korban, mengatakan beberapa hari ini para keluarga bingung karena adanya informasi simpang siur terkait akan adanya penghentian proses pencarian dan pertolongan korban pesawat Air Asia QZ8501 pasca penarikan TNI dari misi area pencarian.

Dia merasa senang bahwa informasi tersebut tidak benar dan sudah diklarifikasi oleh Kepala Basarnas. Hingga sekarang ini, keluarga korban masih sangat berharap semua korban pesawat Air Asia itu dapat ditemukan, meski dia tahu banyaknya tantangan dan kendala yang harus dihadapi dalam upaya proses pencarian.

"Syukur Alhamdullilah bahwa operasi ini masih akan terus berlanjut meski ada jeda dua hari karena apapun bentuknya kita sebagai manusia perlu istirahat," ujarnya.

Hingga hari ke-30 korban pesawat AirAsia yang berhasil ditemukan berjumlah 70 orang. Dari total tersebut 55 telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur.

XS
SM
MD
LG