Tautan-tautan Akses

Kendalikan Situasi Politik yang Memanas, Bahrain Larang Pertemuan Umum


Melarang demonstrasi adalah upaya terbaru yang dilakukan Pemerintah Bahrain untuk menumpas kerusuhan (foto, 28/10/2012).

Melarang demonstrasi adalah upaya terbaru yang dilakukan Pemerintah Bahrain untuk menumpas kerusuhan (foto, 28/10/2012).

Bahrain minggu ini melarang pertemuan-pertemuan umum, dan mengatakan kekerasan terkait demonstrasi anti-pemerintah menjadi tidak terkendali.

Bentrokan-bentrokan menjelang malam hari antara polisi dengan para demonstran di Bahrain mengakibatkan beberapa orang tewas, mendorong para pemimpin kedua pihak menyatakan keprihatinan.

Seorang polisi tewas dan lainnya terluka dalam demonstrasi di sebuah desa di selatan ibu kota Manama awal bulan ini. Seorang pemuda berusia 17 tahun tewas setelah pasukan keamanan menembakkan peluru tajam ke arahnya dalam demonstrasi bulan September.

Salman al-Jalahma, Juru Bicara Otorita Urusan Informasi Bahrain, mengatakan larangan pertemuan-pertemuan umum adalah untuk melindungi semua orang di negara itu.

“Larangan ini diberlakukan bukan karena rakyat bertentangan dengan pemerintah, walaupun itulah yang diberitakan di media. Larangan itu diberlakukan karena adanya sifat kekerasan dalam demonstrasi-demonstrasi ini, yang sering mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di pihak pasukan keamanan serta para demonstran sendiri dan kerusakan bernilai ratusan ribu dolar,” ujarnya.

Bahrain telah mengalami demonstrasi sejak Februari 2011 ketika mayoritas penduduk yang beraliran Islam Syiah berdemonstrasi menuntut perombakan politik dari para penguasa yang beraliran Islam Suni.

Sejak saat itu, faksi-faksi sempalan kelompok oposisi mengambil cara-cara yang semakin berbau kekerasan, termasuk penggunaan bom api.

Meski ada kekerasan seperti itu, kelompok-kelompok HAM dan para pendukung kelompok oposisi mengecam larangan pertemuan umum oleh Pemerintah Bahrain yang menurut mereka melanggar hak kebebasan berpendapat dan berkumpul.

Matar Matar, juru bicara kelompok oposisi utama negara itu, Partai Al-Wefaq, mengatakan, penindasan bisa punya dampak yang berbahaya.

“Melarang pertemuan-pertemuan damai akan berdampak negatif pada tingkat kekerasan di Bahrain. Kami khawatir kekerasan akan meningkat,” ujarnya.

Melarang demonstrasi adalah upaya terbaru yang dilakukan Pemerintah Bahrain untuk menumpas kerusuhan.

Pihak berwenang menahan sejumlah aktivis karena mengatur dan ikut serta dalam demonstrasi tanpa izin awal tahun ini. Para aktivis juga mengatakan pasukan keamanan meningkatkan penggunaan peluru tajam, pernyataan yang tidak dibenarkan atau disangkal pemerintah.
XS
SM
MD
LG