Tautan-tautan Akses

Negara-negara Barat Kecam Pemilu di Ukraina Timur


Warga Rusia di Moskow membawa bendera Republik Rakyat Donetsk sebagai dukungan terhadap separatis di Ukraina timur, Selasa (4/11).

Warga Rusia di Moskow membawa bendera Republik Rakyat Donetsk sebagai dukungan terhadap separatis di Ukraina timur, Selasa (4/11).

PBB, Amerika, Uni Eropa dan Ukraina mengecam pemilu di Ukraina timur dan mengatakan bahwa pemilu itu tidak sah dan justru membuat keadaan tidak stabil.

Seorang pemimpin pemberontak pro-Rusia hari Selasa (4/11) dilantik sebagai pemimpin sebuah republik rakyat yang diproklamirkan sendiri di Ukraina Timur, setelah pemilu yang dianggap PBB, Amerika, Uni Eropa dan Kyiv sebagai tidak sah dan membuat keadaan tidak stabil.

Alexander Zakharchenko usia 38 tahun dilantik sebagai perdana menteri Republik Rakyat Donetsk di dalam gedung teater yang dijaga ketat di daerah itu.

Berbicara di Wina, Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan pemilu itu “disesalkan dan kontra-produktif”, dan mengatakan, situasi di Ukraina masih menjadi keprihatinan besar. Ban mendesak semua pihak “secepatnya mematuhi kembali dokumen dan semangat perjanjian serta memorandum Minsk”.

Di Berlin, Kanselir Jerman Angela Merkel menyampaikan rasa tidak senangnya akan peran Rusia dalam konflik tersebut dan mengatakan belum ada alasan untuk mencabut sanksi-sanksi Uni Eropa terhadap Rusia.

Merkel mengatakan sebuah penyelesaian diplomatik bagi krisis Ukraina sangat diharapkan tapi menambahkan bahwa pemilihan itu menunjukkan “betapa sulitnya mempertahankan perjanjian yang sudah dibuat, jika kita melihat pemilu yang tidak sah itu”.

Pernyataan Gedung Putih hari Senin mengatakan “pemilu yang tidak sah ini bertentangan dengan konstitusi Ukraina dan norma-norma pemilihan yang paling mendasar” sementara Departemen Luar Negeri Amerika memperingatkan “jika Rusia mengakui apa yang disebut pemilu itu, maka pengakuan itu hanya akan lebih mengucilkan Rusia.

Meskipun Rusia belum mengakui kemerdekaan daerah Ukraina yang bergejolak itu, dukungan Rusia akan keabsahan pemilu itu makin memperburuk hubungan Rusia dengan pihak Barat.

Dalam pertemuan dengan kepala-kepala keamanannya hari Selasa, Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan negaranya “masih mendukung tegas rencana perdamaian tapi pihak lain” yang didukung Rusia itu tidak memenuhi kewajibannya.

XS
SM
MD
LG