Tautan-tautan Akses

Bantuan Kemanusiaan Turki Tiba di Gaza


Warga Palestina menurunkan bantuan kemanusiaan asal Turki setibanya di Jalur Gaza yaitu di Kerem Shalom, sebuah perlintasan antara Israel dan sisi selatan Jalur Gaza. (Foto: REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)

Warga Palestina menurunkan bantuan kemanusiaan asal Turki setibanya di Jalur Gaza yaitu di Kerem Shalom, sebuah perlintasan antara Israel dan sisi selatan Jalur Gaza. (Foto: REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)

Seminggu setelah pulihnya hubungan Turki dan Israel, truk-truk yang membawa bantuan asal Turki mulai berdatangan di Gaza. Truk pertama memasuki Gaza pada hari Senin setelah pemeriksaan keamanan Israel.

Truk-truk yang membawa sekitar 10.000 ton bantuan dari Turki telah mulai tiba di Gaza melalui Israel, seminggu setelah Turki dan Israel memperbaiki hubungan.

Armada pertama yang terdiri dari sekitar 500 truk yang mengangkut mainan, popok, pakaian, obat-obatan, dan pangan memasuki Gaza hari Senin setelah melalui sebuah pos pemeriksaan di Israel. Armada-armada berikutnya direncanakan akan datang pada hari-hari berikutnya.

Pengiriman itu berlangsung menjelang perayaan Idul Fitri pada hari Rabu (6/7), yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan.

Hubungan antara Israel dan Turki putus pada Mei 2010 setelah marinir Israel menyerbu sebuah kapal Turki yang berusaha menembus blokade laut Israel atas Jalur Gaza dan menewaskan 10 akltivis Turki yang pro-Palestina.

Presiden Masyarakat Bulan Sabit Merah Turki, Kerem Kinik, pergi ke Gaza untuk mengawasi distribusi barang. Dia mengatakan Turki akan memberi "terus menerus bantuan kemanusiaan secara teratur" untuk kawasan itu.

Pengiriman itu datang tepat untuk hari raya Idul Fitri. Israel memberlakukan blokade di Jalur Gaza pada tahun 2006 setelah kelompok Hamas Palestina, yang menguasai wilayah itu, menculik seorang tentara Israel. Langkah-langkah itu diperketat pada tahun 2007 setelah Hamas menggulingkan saingannya, kelompok Fatah dan mengambil kendali di Gaza setelah memenangkan pemilu tahun sebelumnya.

Israel mengatakan blokade itu diperlukan untuk mencegah Hamas mendapat bahan-bahan yang dapat digunakan untuk tujuan militer, tetapi PBB telah lama mengecam sikap Israel itu.

Pekan lalu Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon menyebut blokade itu sebagai "hukuman kolektif atas bangsa Palestina, dan karenanya harus dipertanggungjawabkan oleh Israel ." [ps/isa]

XS
SM
MD
LG